Detak-Palembang.com PALEMBANG – Apes dialami M Fikri (16) warga jalan Ki Marogan, Lorong Purba, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang harus menerima motor orang tuanya Firdaus (41) dibawa lari maling.

Kejadian ini bermula saat korban bersama saksi Fauzan Hilmi (16) pergi ke rumah temannya Sepiah yang berada di Komplek OPI, Jalan OPI 6, Lorong Meranti II Blok Q, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Selasa (3/12) sekitar pukul 13.30 WIB.

“Setelah sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kami lantas masuk kedalam rumah dengan meninggalkan motor terparkir di halaman rumah dengan kondisi terkunci stang,” ujarnya kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Besar Kota (Polrestabes) Palembang, Rabu (4/12).

Usai masuk ke dalam rumah, beberapa menit kemudian motor Honda BeAT dengan nopol BG 6908 ACB atas nama orang tuanya terdengar suaranya hingga korban bersama saksi bergegas ke luar rumah.

“Pas kami keluar motor sudah tidak ada lagi, dan pulang dari rumah teman saya langsung ceritakan kepada orang tua saya mengenai aksi pencurian kendaraan motor (curanmor) yang saya alami ketika ke rumah teman,” ungkapnya.

Sementara itu, pelapor, Firdaus mengaku kaget dengan kejadian yang dialami anaknya tersebut. “Anak saya sudah sering menggunakan motor saya tapi aman-aman saja, namun baru Selasa (3/12) lalu anak saya apes, dimana motor saya yang digunakan dibawa kabur maling,” katanya.

Atas kejadian itu pelapor harus mengalami kerugian mencapai Rp 20 jutaan. “Saya tidak terima dan melaporkan kejadian ini bersama anak saya dan temannya mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit I SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Hermanto membenarkan adanya laporan terkait Curanmor yang dialami korban.

“Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pelakunya sendiri bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara selama lima tahun penjara,” pungkasnya