Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hendak mematikan lampu di kantor Paramita yang beralamat di Jalan A Yani, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Malah membuat Ariansyah (23) warga Jalan Harapan, Gang Pemandian, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I Palembang menjadi korban percobaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pasalnya pada Minggu (1/12) sekitar pukul 06.00 WIB Ariansyah hendak mematikan lampu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memarkirkan motor di parkiran dengan kondisi terkunci stang.

“Sekitar empat menit usai saya masuk ke dalam kantor, saya mendengar suara motor Honda BeAT Street dengan nopol BG 4358 ACB milik saya sedang menyala. Lantas saya periksa ternyata ada orang yang tidak saya kenal sedang menaiki motor saya,” ujarnya, Selasa (3/12).

Namun ketika diteriaki maling oleh pelapor, satu dari dua pelaku lantas mengarahkan pistol ke arah pelapor. “Melihat pistol saya lantas menyelamatkan diri dengan bersembunyi di gudang di TKP,” ungkapnya.

Beberapa menit kemudian pelapor keluar melihat situasi dan motor yang diparkirkannya tidak jadi diambil para pelaku. “Saya kira mereka jadi mengambil motor saya, ternyata motor saya hanya berpindah tempat saja,” bebernya.

Namun aksi percobaan curanmor terekam CCTV di TKP. “Dengan bermodal rekaman CCTV inilah saya membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Besar Kota (Polrestabes) Palembang untuk diproses secara hukum dengan menangkap para pelakunya tersebut,” aku dia.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan polisi terkait percobaan curanmor yang dialami korban, apalagi para pelaku menggunakan pistol dalam aksinya.

“Laporan sudah diterima anggota piket kita serta telah kita lakukan olah TKP, dan selanjutnya laporan polisi ini akan diserahkan ke unit Reskrim Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti. Bagi para pelakunya bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara selama lima tahun penjara,”pungkasnya