Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dedi Firyanto (34) warga Desa Kampung VII,Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur diduga menjadi korban hipnotis oleh orang tidak dikenal, Senin (9/12) sekitar pukul 21.30 WIB di konter pulsa amin Cell.

Bermoduskan sebagai saudara korban, pelaku yang mengaku bernama Vikcy dengan nomor telepon 082364801209 mengaku menemukan uang korban sebesar Rp 12 juta di pom bensin, namun pelaku tidak bisa keluar lantaran masih banyak orang di pom bensin.

Kuasa hukum korban, Billy Oscar mengatakan waktu itu kliennya mendapatkan telepon dari pelaku dan mengaku saudaranya menemukan uang milik korban. “Kami menduga klien kami telah terkena hipnotis sehingga menuruti permintaan pelaku yang meminta klien kami membelilannya pulsa hingga mencapai Rp 3,8 juta,” ujarnya, Rabu (11/12).

Kemudian pelaku berjanji akan mengalihkan uang pulsa milik korban dengan mendatangi korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Pelaku ini tidak hanya meminta isikan pulsa satu nomor saja tapi hingga 15 nomor ponsel berbeda dan nominalnya berbeda-beda hingga mencapai Rp 3,8 juta,” ungkap pengacara dari kantor hukum Billy de Oscar and Partner ini.

Setelah mengisi semua nomor tersebut secara rutin, korban pun tersadar dan meminta pelaku mengembalikan uangnya tapi saat dihubungi nomor yang menelponnya sudah tidak aktif. “Kemudian klien kami ini mencari kontak Vikcy dan bertanya kepada dia mengenai kejadian yang dialami klien kami, tapi klien kami mendapati bahwa Viky yang ada di kontaknya tidak pernah minta dikirimi pulsa,” tambahnya.

Atas kejadian tersebutlah korban melalui kuasa hukumnya melaporkan kejadian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk diproses secara hukum.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya laporan penipuan yang dialami korban dan melalui kuasa hukumnya melaporkan kejadian ke SPKT Polda Sumsel.

“Diduga korban ini terkena hipnotis dan menuruti semua permintaan pelaku, untuk laporannya sendiri sudah diterima oleh petugas piket SPKT Polda Sumsel, dan bakal ditindak lanjuti laporan polisi tersebut,”pungkasnya