Palembang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang menjadi ibukota provinsi Sumatera Selatan. Dari segi kondisi hidrologi kota Palembang terbelah oleh sungai Musi menjadi dua bagian besar yang disebut Seberang Ulu dan Seberang Ilir. 

Dalam sejarahnya Palembang merupakan pusat kerajaan terbesar di Asia Tenggara yaitu kerajaan Sriwijaya yang terkenal dengan kemaritimannya. 

Tidaklah heran bila keseharian kehidupan warganya sejak dahulu selalu berkaitan dengan sungai Musi dan anak-anak sungai yang memang kondisi geografisnya Palembang dikelilingi sungai-sungai yang menjadi saran urat nadi aktivitas masyarakat.  

Seiringnya waktu dan beragam aktivitas hingga terjadi penimbunan yang mengatasnamakan untuk pembangunan, sampai pada pembuangan sampah sembarangan penyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan parit.  Bahkan ada beberapa anak sungai yang tak terlihat lagi, yang menyebabkan pencemaran atau perusakan lingkungan. 

Berangkat dari kepentingan yang cukup mendasar dan dampak yang sangat luas, Walikota Palembang pemrogramkan kegiatan gotong royong. Untuk tercapainya fungsi dan kebersihan kota dan aliran-aliran sungai-sungai dan anak anak sungai, dimana sungai-sungai tersebut dapat dijadikan tempat wisata air juga dapat mejadi sentral ekonomi bahkan pusat perdagangan dan sekaligus berdampak pada keindahan kota palembang. 

Kiranya patut diberikan apresiasi yang tinggi kepada walikota dan wakil walikota Palembang beserta jajarannya dalam melaksanakan program gotong royong , yang dilakukan secara rutin bersama sama jajaran pemerintah kota dan segenap lapisan masyarakat pada setiap minggu pagi. 

Konsistennya pemerintah kota Palembang terhadap kebersihan dan keindahan kota terkait program gotong royong banyak mendapat apresiasi dari beberapa Menteri Kabinet Gotong Royong, yang salah satunya dari kementerian lingkungan hidup dan juga dari komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Tidak berlebihan bila Presiden RI Joko Widodo memberikan pujian langsung kepada Harnojoyo dan Fitrianti Agustinda, dan menjadikan contoh program gotong royong ini pada daerah lain.  

Kegiatan gotong royong yang dicanangkan pemerintah kota dan tingginya antusias masyarakat kota Palembang dalam menerima program ini, memberikan hasil yang positif dimana terjun langsungnya walikota dalam setiap kegiatan gotong royong. 

Program yang sangat menginspirasi dan visioner ini,  selain berkaitan dengan langkah kebersihan dan keindahan kota, juga untuk menyadarkan masyarakat untuk membangun perilaku rasa cinta dan memiliki pada lingkungan. Dan berhasil menekan produksi sampah. Sangatlah pantas kota Palembang meraih Piala Adipura untuk kesebelas kalinya dan juga walikota Palembang ini menjadi salah satu dari lima kepala daerah yang mendapatkan predikat kepala daerah terbaik di Indonesia. 

Hingga pada kegiatan tersebut juga ditemukan kembali beberapa sungai dan anak sungai, yang kelak dapat difungsikan dan dimanfaatkan sesuai dengan yang diharapkan. 

Sungai yang ditemukan dan difungsikan kembali untuk lancarnya arus air mengalir ke sungai Musi adalah;

1.  Sungai Taligawe, berlokasi di Jalan Sultan Agung kelurahan 1 Ilir Palembang. 

2.  Sungai Kubu ( kebudayaan) di Jalan Gubenur H. A. Bastari Jakabaring. 

3.  Sungai Seluang, di Jalan Kol Sulaiman Amin, kecamatan Alang Alang Lebar. 

Anak Sungai / Saluran air yang berfungsi dan dihidupkan kembali. 

1.  Anak sungai Bendung, Jalan Sirna Raga, Kecamatan 8 Ilir Palembang. 

2.  Anak sungai Bayas, Belakang Pasar Kentut Kecamatan Ilit Timur I Palembang

3.  Anak sungai Tenang, jalan Kampung Talang Jawa, Kelurahan Pulau Kerto, Kecamatan Gandus Palembang.

4.  Anak sungai buah,  Jalan Yayasan 2, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Apa yang telah dimulai oleh walikota Palembang dan jajarannya, bukanlah sekedar kegiatan formalitas dan mencari popularitas, tetapi itu adalah sebuah langkah penyadaran untuk kita semua. Bahwa kelestarian dan kebersihan lingkungan adalah Hak sekaligus Kewajiban kita semua, yang bukan hanya menjadi tugas Pemerintah semata.