Detak-Palembang.com PALEMBANG – Akhirnya Unit Pidum dan Unit Tekab Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkap penembak polisi Aiptu Yashudi, anggota Polsek Plaju akhirnya tertangkap polisi. Bahkan sang bandit Aditya Putra Pratama (23) juga ditembak saat ditangkap.

Kejadian penembakan di Jalan Silaberanti Lorong Siantan Jaya Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring pada hari Selasa, 14 Mei 2019 pukul 05.30 WIB. Aksi penembakan itu terjadi saat tersangka bersama rekannya tepergok melakukan pencurian sepeda motor.

Saat itu kedua pelaku sempat ditegur oleh korban yang sedang berada di lokasi kejadian, namun tersangka Aditya langsung melepaskan tembakan dan mengenai perut sebelah kiri hingga korban terkapar di lokasi kejadian dan kedua pelaku kabur membawa sepeda motor yang menjadi sasaran.

Dari kejadian itu pelaku bersembunyi dengan tidak melakukan aksinya mencuri sepeda motor. Namun polisi yang terus memburuhnya akhirnya menangkap warga Jalan Temon, Kelurahan 27 Ilir, Kecamatan IB II ini. Dia disergap anggota Unit Pidum dan Unit Tekab Satreskrim Polrestabes Palembang dari tempat persembunyiannya di kawasan Tangga Buntung, Kamis (26/12) malam.

Namun karena berusaha melawan untuk dapat meloloskan diri, residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang sempat menjalani hukuman selama satu tahun penjara 2017 ini terpaksa mendapat tindakan tegas dengan dua butir timah panas di betis kanannya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiadji didampingi Kasat Reskrim Kompol Nuryoni mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku berdasarkan hasil penyelidikan atas rekaman CCTV di lokasi kejadian.

“Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan diberikan tindakan tegas karena berusaha melawan untuk dapat meloloskan diri saat penangkapan,” kata Anom saat gelar hasil ungkap kasus, Jumat (27/12).

Menurut mantan Kapolsek Metro Tanah Abang ini, tindakan tegas itu juga sebagai referensi bagi masyarakat yang akan melakukan kejahatan di wilayah hukum Polrestabes Palembang.

“Mohon hal ini menjadi referensi agar tidak melakukan kejahatan, saya tak segan akan memberikan tindakan tegas yang terukur,” tegas mantan Dirintelkam Polda Kalimantan Utara yang baru satu pekan menjabat Kapolrestabes Palembang.

Sementara itu tersangka Aditya mengaku setelah kejadian dirinya bersembunyi dengan mengontrak di kawasan Tangga Buntung. “Saya panik jadi langsung menembak satu kali dari jarak sekitar 5 meter dan motor itu dijual oleh Levi (sudah tertangkap) saya dapat bagian Rp500.000,” ucap Adit.

Dia mengakui semua perbuatannya. Ia mengatakan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. “Saya tobat, tidak mau lagi mencuri dan setelah kejadian itu pistol juga saya kembalikan ke Uyi (DPO),” tuturnya.