Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Nasib tragis harus dialami dua remaja berinisial LM (13) warga Jalan Merdeka, Lorong Soak Bato I, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Palembang dan TS (14) warga Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Kenapa? ternyata keduanya menjadi korban bejat pria hidung belang diperkosa dua sopir travel Jurusan Lubuk Keliat Palembang yakni Parlan (32) dan Etet (35) warga Dusun Kawah, Muara Kuang, Senin (9/12) di penginapan Pipi yang berada di Jalan Rajawali, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

Akibat perbuatan itu, kedua sekawan ini mengalami trauma sehingga baru bisa melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Besar Kota (Polrestabes) Palembang, Selasa (10/12).

Menurut LM kejadian tersebut berawal dari korban TS bersama kedua pelaku datang ke Palembang hendak mengajak mengajak dirinya untuk ke Palembang Indah Mall (PIM). “Waktu itu teman saya ini (TS, red) bersama kedua pelaku yang dikenal oleh temannya mengajak untuk ikut ke PIM,” ujarnya.

Kemudian korban LM mau ikut temannya yang juga menjadi korban pemerkosaan sang sopir travel tersebut. “Saya ikut lantaran tidak enak dengan TS yang datang jauh dari Dusun ke Palembang untuk mengajak saya ke Mall,” ungkapnya.

Namun dalam perjalanan LM dan TS bukan diajak ke mall malah keduanya diajak oleh sang sopir travel ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 11.00 WIB. “Kami disana dipaksa untuk melayani nafsu kedua pelaku pak, saya diperkosa hingga tiga kali bersama teman saya oleh mereka pak,” katanya.

Korban LM diperkosa pelaku Etet dan korban TS diperkosa oleh pelaku Parlan di kamar berbeda. “Usai kedua pelaku memperkosa kami, mereka lantas meninggalkan kami di TKP pak,” aku LM kepada petugas piket SPKT Polrestabes Palembang.

Mendapati anaknya menjadi korban pemerkosaan Heri Oktavianus (45) orang tua LM dan Baiti (55) orang tua TS langsung melaporkan kejadian ke SPKT Polrestabes Palembang.

“Saya sangat kaget dan emosi diberitahukan oleh anak saya kalau dia sudah diperkosa bersama temannya oleh kedua sopir Travel tersebut,” aku dia. Oleh karena itu, Heri bersama orang tua TS, Baiti sepakat melaporkan kedua pelaku ke polisi dengan membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang.

“Kami berharap kedua pelaku dapat bertanggung jawab atas perbuatannya dengan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku, apalagi perbuatannya ini membuat anak kami trauma,” bebernya.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan polisi mengenai perlindungan anak yang dialami kedua korban.

“Laporan sudah diterima oleh anggota piket kita, selanjutnya kedua laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang. Bagi kedua pelaku ini akan dikenakan tindak pidana pasal 81 ayat 1 undang-undang (uu) Nomor 35 tahun 2014,”pungkasnya