Detak-Palembang.Com PALEMBANG – PT WIKA Realty, anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bergerak dibidang property development, tengah menggarap area residential di Jalan Soekarno-Hatta Palembang. Mengusung konsep Greeneries (Hijau), hunian di atas lahan seluas 20 hektar ini akan hijau oleh beragam vegetasi.

Kukuh Ariadi, Manager Biro Pemasaran mengatakan, area residential di Jalan Soekarno-Hatta diberi nama Tamansari Swarna. Tamansari merupakan Brand dari WIKA Realty sejak puluhan tahun.

“Tamansari Swarna merupakan pengebangan property pertama WIKA Realty di Palembang. Tamansari Brand WIKA Realty, memiliki arti hunian para raja, Swarna sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang artinya emas,” urai Kukuh pada awak media saat Media Gathering di Hotel Santika Premiere Palembang, Sabtu (30/11).

Kukuh menambahkan, produknya merupakan produk yang baik, hal itu karena selain hunian yang nyaman juga sebagai investasi. Nyaman karena mengedepankan pengembangan green property, dengan perbandingan luas lahan hijau dan area pengembangan yang besar.

“Hunian Tamansari Swarna selain sebagai hunian juga menjadi investasi. Selain mengembangkan hunian, kami juga mengembangkan lingkungan dengan mengangkat kearifan lokal sehingga meningkatkan capital gain di masa mendatang,” jelasnya.

Disampaikan, pihaknya telah membangun perumahan di 12 provinsi 17 kota. Palembang menjadi kita ke 18 pengembangan area residential dari WIKA realty. Dipilihnya Palembang untuk pengembangan bukan tanpa alasan, selain pertumbuhan ekonominya yang baik juga merupakan daerah bisnis dan industri.

“Kami memilih membangun rumah tapak bukan vertikal didasarkan pada masih luasnya areal di Palembang. Selain itu kami melihat kebiasaan di suatu daerah, untuk Palembang masyarakat terbiasa dengan rumah tapak,” katanya

Ditempat yang sama, Erianca General Manager of Tamansari Swarna mengatakan, hunian di atas 20 hektar akan di bangun 1.000 unit rumah. Selain itu akan dilengkapi fasilitas Club House dengan swimming pool dan gym, tempat ibadah, area serbaguna yang dapat difungsikan sebagai tempat pernikahan dan lainnya.

“Kami juga membuat ruang terbuka hijau yang baik untuk tumbuh kembang anak, jogging track dan pedestrian. Ada juga commercial area san ruko di area Swarna Terrace. Dengan one gate system dan dilengkapi CCTV  serta security guard maka semua dapat terlindungi dengan aman,” paparnya.

Diaktakannya, pembangunan Tamansari secara bertahap hal itu dilakukan selain untuk pematangan lahan, juga penyiapan infrastruktur. Untuk tahap pertama ini akan dibangun di bagian depan dengan luas are 6,7 hektar.

“Ada 300 unit rumah pada tahap pertama ini. Ada empat type kami tawarkan kepada masyarakat yakni : type 105/120, type 75/105, type 60/60 dan type terkecil type 45/60 dengan harga mulai Rp600 jutaan satu miliaran,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap produk yang diusung selalu mengangkat budaya lokal yang dikemas dengan tampilan modern. Ia mencontohkan atap limasan sebagai traditional rumah Pembang, untuk lanskap kami ambil tumbuhan endemik Sumsel yakni pohon Tembesu.