Detak-Palembang.com JAKARTA – Sekretaris Kota (Sekda) Kota Palembang beserta jajaran berkunjung ke Pemerintah Kota DKI Jakarta. Diterima langsung Asisten Pembangunan dan Lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Yusmada Faisal, kunjungan ini untuk belajar mengenai percepatan pembangunan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. 

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Yusmada Faisal mengatakan, untuk percepatan pembangunan Kota Jakarta kedepannya, pihaknya mulai mengedepankan program percepatan pemangunan dengan kolaborasi anyara pemerintah daerah dan masyarakat. “Kalau kita ngomongnya gotong royong, ” ungkapnya. 

Menurutnya melalui pendekatan kolaborasi ini, masyarakat sudah menjadi subjek bukan lagi objek. Dimana masyarakat ini setara dengan pemerintah daerah untuk membantu percepatan pembangunan melalui inovasi inovasi yang mereka punya.

“Saat ini Pemda hanya memfasilitasi, mereka mau bekerja kita libatkan. Contohnya kalau datang ke halte halte kita akan menemukan peta. Nah peta peta itu masyarakat yang buat, kan mereka yang tau ilmunya,” terangnya. 

Keberhasilan dari program kolaborasi ini, terangnya tidak terlepas juga dari kerjasama terkait antara jajaran dilingkungan pemerintahan. Bagaimana peran dari ASN sangat penting untuk menggerakkan pembangunan. 

“Kalau sudah bergerak mudah untuk membangun, tidak harus ada aturan payung hukumnya juga. Jadi mereka yang buat project pemerintah yangg gandakan dalam bentuk pengakuan,” katanya. 

Sementara itu, Sekretaris Kota Palembang Ratu Dewa mengungkapkan bagaimana percepatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat baik. 

Memanfaatkan konsep pembangunan kolaborasi, Pemprov DKI Jakarta menggandeng masyarakat sebagai pihak ketiga untuk menjadi penggerak pembangunan. 

“Kedatangan kami kesini untuk belajar mengenai infrastruktur melalui penanganan pedestrian yang meliputi perencananaan pembiayaan dan pelaksanaan. Penataan jaringan utilitas dengan pemanfataan box khusus, masalah peralatan untuk pemeliharaan sungai dan drainase dan masalah sampah. Serta bagaimana membangun sebuah jaringan terhadap CSR yang ada.