Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Dalam rangka ulang tahun Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun 2019 ke 124 akan memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) serentak di seluruh Indonesia, hal itu dikatakan Suyanto Wakil Regional Kanwil BRI Palembang usai Audiensi dengan Walikota Palembang di Rumah Dinas Walikota, Selasa (19/11).

Salah satu program CSR dari BRI adalah BRI peduli lingkungan. Ia menyampaikan bahwa BRI juga peduli terhadap lingkungan, tidak hanya semata-mata mencari keuntungan.

“BRI peduli lingkungan di Kota Palembang akan melakukan konservasi Sungai Bendung. Untuk konservasi ini, CSR yang akan kita berikan sebesar Rp500 juta,” terangnya.

Lanjut Suyanto, konservasi yang dimaksudkannya adalah kebersihan lingkungan, membuat taman sehingga sungai menjadi bersih. Diharapkan dengan hal yang dilakukan oleh BRI masyarakat akan menjaga kebersihan lingkungannya, tidak buang sampah sembarangan  ke sungai. 

“Mengapa sungai menjadi perhatian kami, karena sungai merupakan ekosistem global dunia. Kalau sungai sudah bersih ada tamannya, ada tempat sampahnya  maka semua itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” urainya.

Ia juga menyampaikan bahwa CSR yang diberikan tidak semua untuk konservasi sungai, ada juga untuk pembuatan tempat ibadah, sarana lingkungan, untuk pendidikan, bedah rumah dan pelatihan untuk UMKM.

Walikota Palembang, Harnojoyo mengucapkan terimakasih kepada BRI yang akan menata sungai bendung dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya sebagai pemerintah Kota Palembang mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya melalui CSR. Kita mempunyai kepedulian yang sama terhadap lingkungan, harapannya kedepan tidak BRI yang melakukan kegiatan seperti ini,” harapnya.

Harnojoyo menambahkan, Kota Palembang dikenal dari dahulu sebagai Venesia dari Timur. Agar julukan itu sesuai dengan keadaannya maka sungai yang menjadi andalan haruslah bersih dan tertata.

“Apalagi tahun 2022 Sungai Sekanak dan Lambidaro akan menjadi destinasi wisata. Saya  berharap semua elemen bekerjasama atau “keroyokan” menata sungai. Juga kepada masyarakat, sungai yang sudah dibersihkan dan direstorasi untuk sama-sama di jaga. Jangan dikotori, kalau kita dari awal menjaga maka tidak akan mengeluar dana yang banyak untuk restorasi atau normalisasi sungai,” tutupnya.