Detak-Palembang.com PALEMBANG – Seorang ibu rumah tangga (IRT) Leni Suswanti (34) membawa anaknya M Iqbal (16) ke kantor polisi karena menjadi korban pemukulan dilakukan oleh preman jalanan Minggu,(3/11)

Dia membuat laporan dengan nomor LPB /2450/ X/ 2019/SUMSEL/RESTA/SPKT.

“Saya mau melaporkan anak saya dianiaya pak. Dia dipukuli saat bekerja sebagai kernek mobil,”kata pelapor tercatat warga Jalan Kopral Paiman Lorong Pertemuan Kelurahan Bagus Kuning Kecamatan Plaju ini

Kronologi kejadiannya akhirnya diceritakan M Iqbal. Ketika itu di Jalan Tengkuruk Permai Samping Pos Polisi Bundaran Air hari Sabtu (2/11) pukul 17.30 WIB. “Saya biasa kerja sebagai kernet angkot. Biasa mangkal cari penumpang dilokasi itu,”ucapnya.

Lanjutnya lagi pada saat korban sedang menjdi kenek angkot mobil plaju. Tidak lama pelaku datang meminta uang untuk angkot-angkot yang biasa mangkal di lokasi. Tapi pelapor tidak memberikan lalu terlapor langsung mencekik dan menyeret korban. “Lalu datanglah teman-teman nya jadi ada lima orang yang mengeroyok saya. Ada yang memegangi dan memukul. Sampai aku luka memar di mata sebelah kiri memar di jidat memar di hidung,”keluhnya

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan laporan korban sudah diterima. Pihaknya juga akan menyisir adanya laporan kejahatan jalanan yang sering dialami oleh para kernet dan sopir angkot tersebut. “Iya akan kita intai apabila ada segera kita tindak tentunya tanpa harus ada laporan lagi. Tapi laporan ini juga tetap akan kita porses,”ucapnya