Detak-Palembang.com PALEMBANG – Aparat kepolisian Reskrim Unit Ranmor Polrestabes Palembang berhasil meringkus pelaku begal terhadap driver Gocar korban atas nama Nova Hadinata (37) menjadi mangsa perampokan oleh penumpangnya sendiri, Senin (11/11) sekitar pukul 23.00 WIB di daerah tanah merah 3 May Itam, namun gagal.

Akibatnya warga Gang Budaya, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I palembang ini, mengalami 23 luka tusuk hampir diseluruh dibagian leher dan pundak.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Ranmor, Iptu Novel Siswandi Kurniawan membenarkan adanya kejadian perampokan disertai penusukan terhadap driver taksi online yang dilakukan oleh penumpangnya sendiri tapi gagal lantaran fisik korban kuat setelah 23 tusukan tidak terkapar dan teriak meminta pertolongan.

“Saat ini kita sudah mengamankan salah satu pelaku yakni Marmada Saputra Jaya als Yayang (21) warga Lorong Garuda II, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I dan kita sedang mengejar pelaku lainnya Bobi Satria alias Bobi yang saat ini masih buron,” ujarnya, Selasa (12/11).

Dirinya menuturkan, modus pelaku meminjam meminta orang lain untuk memesan taksi online. “Aksi mereka ini sudah terencana dan berniat untuk merampok disertai menghabisi korban tapi gagal baik merampok maupun menghabisi korban,” katanya.

Sedangkan pelaku diamankan unit Ranmor Pimpinan Iptu Novel Siswandi Kurniawan tidak jauh dari rumahnya, Selasa (12/11) sekitar pukul 02.00 WIB. “Pelaku ini sudah berkemas-kemas untuk melarikan diri, tapi anggota kita berhasil mengamankan pelaku disaat hendak mau pergi,” tambahnya.

Menurut informasi yang didapatkan kejadian ini berawal pada saat korban menerima pesanan orderan dari akun customer Rizky Ardiansyah (saksi) dengan no ponsel 08991919123, Email rizkyfals2401@gmail.com.

Ketika itu korban menggunakan satu unit mobil Sigra dengan nopol BG 1430 EG warna abu-abu, kemudian korban menjemput kedua pelaku yakni Yayang dan Bobi (DPO) di dpn Lorong Garuda 2, kemudian pelaku masuk ke dalam mobil korban.

Sesampainya di jalan Tanah Merah 3 Way Itam, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, kedua pelaku yang duduk dibelakang korban langsung menikam bahu sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam (sajam) pisau kemudian korban melakukan perlawanan dan pelaku langsung menikam kepala, leher, pundak, dan tangan korban.

Kemudian korban keluar dari mobilnya dan berteriak minta tolong dan warga yang mendengar teriakan korban langsung menolong korban, sementara kedua pelaku melarikan diri tanpa membawa satupun barang dan korban dibawa warga ke RS Siti Khodijah.

“Kita kembali mengingatkan masyarakat khususnya driver taksi online untuk berhati-hati, karena maraknya tindak kriminalitas seperti yang terjadi ini. Sehingga harus lebih waspada lagi, sementara untuk korban kita doakan cepat sembuh,” himbauannya.

Sementara itu, Bili (22) rekan korban menuturkan, kejadian ini bermula saat Nova menerima orderan dari dua orang pria dengan alamat penjemputan di Jalan HM Ryacudu, Senin malam.

Namun nyatanya lokasi jemput agar sedikit bergeser lokasi yakni di lorong Garuda 2 kelurahan 7 Ulu. Dengan tujuan pengantaran berlokasi di jalan Tanah Merah 3, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I.

“Biasanya Nova kalau dapat orderan mencurigakan langsung di share di grup. Tapi semalam tidak di share, jadi kami pikir tidak masalah,” tuturnya. Namun, Bili dan rekan-rekannya dibuat terkejut bukan kepalang saat melihat postingan yang mendadak viral di sosial media.

Sebab postingan tersebut menampilkan seorang driver taksi online yang baru saja menjadi korban begal dan ternyata adalah Nova. “Cepat-cepat kami langsung ke rumah sakit dan lihat Nova sudah dalam keadaan banyak luka,” ucapnya.

Sementara itu, Alex (33), Sepupu Korban menuturkan, kondisi korban saat ini mulai membaik pasca melakukan operasi di RS Siti Khadijah. “Korban mengalami 23 luka tusuk, tapi yang serius berada di bagian leher karena cukup dalam,” bebernya.

Menurutnya kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, dimana korban mendapatkan orderan dari pelaku berjumlah dua orang dengan tarif Rp 35 ribu dengan tujuan TKP. “Mungkin sekitar pukul 22.00 WIB pelaku yang berada belakang memukul korban dari belakang sesaat sebelum sampai di TKP, hingga terjadilah penusukan,” cetusnya.

Sedangkan pelaku, Yayang mengakui perbuatannya bersama Bobi (DPO) nekat melakukan aksi perampokan disertai penusukan dengan maksud menghilangkan nyawa korbannya tersebut.

“Saya nekat melakukan aksi ini bersama Bobi lantaran untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tapi aksi kami gagal lantaran korban tetap melawan usai 23 tusukan kami lancarkan ke area tubuhnya, dan kami kabur usai korban teriak meminta pertolongan warga di sekitar TKP,”pungkasnya.