Detak-Palembang.com PALEMBANG – Untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan lingkungan sekolah, Pemerintah kota Palembang rencananya akan melakukan restorasi dan bangun ulang terhadap lebih kurang 60 bangunan gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 18 kecamatan di Kota Palembang pada tahun 2020.

Rehab ringan dan berat hingga pembangunan ulang gedung sekolah ini baru, akan dilakukan ditahun 2020 dengan total anggaran sebesar Rp 72  miliar dari dana aspirasi dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bantuan pemerintah pusat.

“Kita memiliki 248 SD dan 60 SMP, dari bangunan yang ada 45 persen fisik bangunan gedung SD kita banyak yang rusak, rusak berat dan ringan dan perlu penambahan lokal,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto, Rabu (6/11/2019) saat mendampingi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meninjau bangunan dan kantin sekolah di bagian Hulu Palembang.

Dijelaskan Zulinto, ditahun 2020 nanti, pembangunan rehab gedung sekolah untuk fisik bangunan akan ditopang langsung dari dana aspirasi, yang didapat hasil koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang.

Sedangkan dana DAK akan dipergunakan untuk pembangunan toilet, perpustakaan dan penambahan beberapa ruang kelas baru.

“APBD kita tidak banyak, tapi hasil koordinasi dengan DPRD, dana aspirasi ini akan menghandle semua pembangunan fisik gedung sekolah,” katanya.

Dia merincikan, lebih kurang 6o gedung yang akan dilakukan perbaikan hingga pembangunan ulang ini, bangunan SD sebanyak 30 bangunan dan 22 bangunan SMP, yang akan mengunakan DAK.

“Untuk APBD belum bisa dihitung, karena akan dihitung ulang karena mengunakan dana aspirasi DPRD, yang saat ini masih dilobby,” ungkapnya.

Ditargetkan untuk mobiler ini baru akan rampung ditahun 2023 sedangkan penyelesian bangunan gedung sekolah yang mulai rehab ringan, berat hingga pembongkaran dan pembangunan ulang ini baru akan bisa diselasaikan ditahun 2024.

“Untuk itulah kita berharap anggaran pendidikan tidak dipotong,” katanya.

Sementara itu Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, dari beberapa bangunan gedung sekolah yang dikunjungi banyak ditemukan beberapa bagian gedung sekolah sudah sangat memprihatinkan, mulai dari penerangan (instalasi listrik)  sekolah hingga genangan air saat hujan dan musim pasang surut.

“Seperti di SDN 69 di Kelurahan 2 Ulu, bangunannya sangat sempit, dan beberapa bangunan sekolah sangat memprihatinkan, kita harpakan ditahun depan 2020 sudah bisa dilakukan rehab dan memiliki kantin dan bangunan penunjang lainnya,” tegasanya.