Detak-Palembang.com PALEMBANG -Masyarakat Palembang harus berhati-hati tidak hanya malam hari pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB maling pun nekat beraksi.

Hal itu terjadi di rumah milik Suci Wulandari (21) di Lorong Sei Goren II, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I disatroni maling, Rabu (13/11) sekitar pukul 09.00 WIB.

Atas kejadian itu korban melaporkannya ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang Kamis,(14/11).

Dihadapan polisi dia mengatakan kehilangan satu buah ponsel merk Samsung Galaxy J2 dan uang Rp 200 ribu saat ditinggal pemilik rumah ke pasar untuk berbelanja. Lantaran saat maling masuk rumah, dirinya pergi ke Pasar sekira pukul 08.00 WIB.

“Sejam kemudian saya pulang tapi rumah sudah disatroni maling. Bawa ponsel dan uang tunai,” ungkapnya, Kamis (14/11).

Masih kata Suci, awalnya pelapor tak tahu jika rumahnya baru saja disatroni maling meski pintu depan terkunci, namun setelah masuk ternyata pintu belakang sudah di rusak dan kondisi kamar sudah berantakan.

“Saya kemudian membuka pintu lemari dalam keadaan terbuka dan berantakan dan melihat ponsel yang diletakkan di samping pakaian tidak ada. Tak hanya itu, uang yang ada di lemari juga diambil,,” terangnya kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Besar (Polrestabes) Palembang.

Dirinya menduga, maling masuk rumah dengan cara merusak pintu belakang, kemudian pelaku masuk dan mengambil barang-barang dengan cepat dan sudah mengetahui kondisi rumah sedang tidak ada orang. “Saya curiga pak kalau orang yang maling di rumah saya ini sudah tahu persisi kondisi rumah sepi maupun ramai,” aku dia.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit III SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Herison membenarkan adanya laporan terkait tindak pidana Curat yang dialami korban saat sedang berbelanja ke pasar.

“Laporan korban sudah diterima anggota kita dan sudah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), selanjutnya laporan polisi ini akan diserahkan ke unit Reskrim untuk ditindaklanjuti, untuk pelakunya sendiri bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara selama lima tahun penjara,”pungkasnya