Oleh: Ayu Asiska (Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang)

Detak-Palembang.com – Menjadi mahasiswa tingkat akhir adalah masa paling sibuk dan paling runyam diantara sederet masa-masa perkuliahanmu. Tak bisa dipungkiri momok paling menakutkan bagi mahasiswa adalah skripsi. Ya, skripsi merupakan salah satu syarat wajib yang harus ditempuh untuk mendapatkan gelar sarjana. Fenomena mahasiswa yang frustasi karena skripsi adalah hal yang sudah tidak aneh lagi, bakan skripsi pun telah memakan korban jiwa loh ‘wah, mengerikan!’. dari fenomena itu lalu timbul pertanyaan

“Apa sebegitu sulitnya menyusun skripsi itu?”

Mari kita berkaca pada diri sendiri, percayalah bahwa skripsi itu tidak sesulit yang dibayangkan, yang ada hanyalah kamu terlalu sibuk menyimpulkan kesulitan itu sehingga kamu terjebak dengan kesulitan-kesulitanmu sendiri. Kamu sendiri yang menyulitkan dirimu untuk belajar, kamu sendiri yang menyulitkan dirimu untuk sekedar membaca buku referensi maupun jurnal dan kamu sendiri yang menyulitkan untuk mengerjakannya dengan berbagai alasan yang kamu keluarkan.

Sebagai mahasiwa tingkat akhir mari kita berkaca lagi pada diri kita sendiri bahwa musuh terbesarmu saat ini bukanlah skripsi, melainkan dirimu sendiri. Semua ini bukan tentang bagaimana kamu untuk melawan dan menaklukan skripsi melainkan bagaimana kamu melawan dan menaklukan dirimu sendiri. Melawan dan menaklukan rasa malasmu, melawan dan menaklukan ketakutanmu, melawan dan menaklukan kesulitan-kesulitanmu. Percayalah bahwa tidak ada orang bodoh di dunia ini yang ada hanyalah orang malas.

Jika kamu merasa sulit kamu hanya perlu belajar, jangan takut dan malu untuk bertanya kepada temanmu dan dosen pembimbingmu, mereka pasti akan membantumu kok. Jika skripsimu banyak yang harus direvisi itu merupakan hal yang wajar dalam proses pembelajaran, toh dosen pembimbing tidak serta merta menyalahkan skripsimu saja tapi juga akan mengarahkanmu pada sesuatu yang benar. Capek? Iya memang capek tapi itulah proses, proses yang mengantarkanmu pada gerbang wisuda, percayalah kawan proses tidak akan mengingkari hasil. Jika kamu bersungguh-sungguh kamu pasti bisa menaklukan itu semua, tapi jika kamu terlalu santai dan malas maka bukan tidak mungkin wisudamu akan lebih lama lagi.

Kawan, sadarkah kamu dibalik keringat dan perjuanganmu tak ada keringat yang lebih deras selain keringat orang tuamu yang telah berusaha memperjuangkan pendidikanmu, coba bayangkan andai saja orang tuamu melihat dan menyaksikan langsung ketika kamu diwisuda, ya mereka pasti akan sangat bangga, karena perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia.

Oleh karenanya skripsi itu bukan hal yang sulit, yang sulit adalah melawan dan menghilangkan rasa malas, rasa takut, rasa malumu sendiri. Ingatlah bahwa musuh terbesarmu bukanlah skripsi, melainkan dirimu sendiri. Oleh karena itu cobalah lawan rasa malasmu, rasa takutmu, rasa malumu, buang itu semua. Karena musuh sebenarnya adalah dirimu sendiri.