Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pinjam motor untuk keperluan di luar sekolah, Diki Kurniawan (20) warga Lorong Pensiun, Kelurahan 25 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II tak kunjung mengembalikan motor hingga saat ini kepada Dwiky Nopriansah (18).

Akibatnya warga Lorong Garuda, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang harus merelakan motor orang tuanya Mardia (43) digelapkan teman Sekolah Atas Menengah (SMA) yang merupakan teman nongkrong.

Menurutnya, waktu itu pelapor sedang berada di SMA Filial yang beralamat di Jalan Srijaya Km 5,5, Kecamatan Sukarami Palembang. “Waktu itu saya sedang nongkrong di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama teman-teman, kemudian datang terlapor ingin meminjam motor,” ujarnya Sabtu,(30/11)

Lantaran mengenal terlapor, pelapor langsung meminjamkan motor orang tuanya Mardia (korban) kepada terlapor. “Saya pinjamkan motor Honda BeAT dengan nopol BG 3405 ACK kepada terlapor,” katanya.

Namun terlapor tidak kunjung kembali ke TKP, lantas pelapor menghubungi terlapor tapi tidak aktif. “Kemudian saya datangi rumah dia pak tapi tidak ada, lantas saya ceritakan dengan keluarganya mengenai motor yang dipinjamkan ke dia,” ungkapnya.

Lantas pihak keluarga terlapor meminta waktu satu Minggu untuk mengembalikan motor tersebut. “Tapi waktu satu Minggu sudah lewat dan motor orang tua saya tidak kunjung dikembalikan sehingga saya laporkan dia ke polisi,” jelas dia.

Sementara itu Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Besar Kota (Polrestabes) Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan polisi mengenai tindak pidana penggelapan motor.

“Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pelakunya sendiri bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara selama empat tahun penjara,”pungkasnya