Detak-Palembang.com BELU – Personel Pos Damar Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ memberikan ilmu pengetahuan kerajinan tangan berupa sapu kepada warga masyarakat Dusun Aisik Desa Silawan Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu NTT.

“Inisiatif ini timbul dari Serda Doly Apandi selaku Wadanpos Damar yang berada dibawah jajaran Kompi Tempur I,” ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

“Daerah perbatasan RI-RDTL memiliki kadar air yang mengandung zat kapur cukup tinggi, sehingga mereka yang berada di pos dianjurkan untuk mengkonsumsi air mineral kemasan dalam bentuk botol,” lanjut Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M di Mako Satgas Atambua (18/11/2019).

“Melihat bekas air mineral berbentuk botol plastik tersebut yang kian meningkat, maka salah seorang personel yang berada di pos tersebut berinisiatif untuk memanfaatkan limbah botol plastik yang ada, agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi melalui kerajinan tangan,” paparnya.

Produksi botol plastik yang tinggi telah memicu permasalahan sosial di lingkungan masyarakat, karena limbah dalam bentuk plastik sangat sulit diurai, sehingga hal ini telah menjadi tantangan besar bagi Bangsa, salah satu contohnya adalah botol plastik bekas.

Sampah dalam bentuk plastik adalah sampah yang sulit diurai dalam kurun waktu 1000 tahun, pemusnahan plastik dengan cara dibakar juga akan menimbulkan permasalaahan lain, seperti pencemaran udara.

“Ini merupakan salah satu pilihan untuk meminimalisir sampah botoh plastik melalui pengolahan, ketika penanggulangan sudah tidak dapat lagi diandalkan untuk mengatasi sampah botol plastik yang bertambah setiap harinya,” imbuh Dansatgas.

“Dalam pembuatan kerajinan tangan dalam bentuk sapu ini mengunakan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan menggunting dan memotong botol bekas air mineral tersebut menggunakan gunting atau pisau carter, menyusun bahan yang telah digunting lalu mengikatkan bahan tersebut kepada sebatang kayu sebagai tuas,” jelasnya.

“Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Serda Doly Apandi selaku Wadanpos Damar beserta 4 orang personel lainnya, bersama masyarakat mereka mencoba memanfaatkan limbah botol platik agar dapat digunakan kembali,” tegasnya.

“Dengan pemanfaatan sampah dalam bentuk botol plastik bekas air mineral ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat bagi masyarakat sehingga terwujud ekosistem yang baik, bersih serta bebas dari sampah,” harapnya.

Terpisah, Bpk. Yanuarius Seran (33) dan istrinya Maria Goreti Anok (31) menyampaikan bahwa selama ini mereka membakar dan membuang barang tersebut, tetapi setelah adanya kehadiran Satgas Yonif R 142/KJ ditengah-tengah mereka, mereka dapat tahu dan mengerti cara memanfaatkan botol bekas tersebut.

“Kami mewakili warga masyarakat Dusun Aisik Desa Silawan mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI yang berada di Pos Damar, karena telah berbagi ide kreatif dan memberikan solusi terbaik tentang sampah plastik yang berbentuk botol tersebut bagi warga masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Serda Doly Afandi selaku Wadanpos Damar menyampaikan harapannya terhadap warga desa binaan yaitu Dusun Aisik.

“Semoga kami dapat menjadi pendorong perubahan bagi warga masyarakat Dusun Aisik Desa Silawan Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga wilayah ini dapat menjadi daerah bebas sampah,” tandasnya.