Pelaku AS saat di BAP polisi

Detak-Palembang.com PALEMBANG -Kecanduan seks dan film porno membuat seorang anak berumur 16 tahun berinisial AS nekat tiga kali mencabuli keponakannya NK berumur 9 tahun yang duduk di kelas 3 SD.

Pelaku yang sempat kabur ke Banyuasin akhirnya di tangkap ayah korban notabene merupakan pamanya sendiri hingga di jembloskan ke sel tahanan Polrestabes Palembang Selasa,(19/11).

Namun sebelumnya pihak korban melaporkan kejadian itu ke polisi dengan nomor laporan polisi (LP) LPB/2559/XI/ 2019/ SUMSEL/RESTABES/SPKT. Dalam laporan itu kejadiannya pada hari Minggu 11 Agustus 2019 namun baru dilaporkan Sabtu, 18 November 2019. Lantaran pelapor baru berani menceritakan kepada keluarga disebabkan adanya ancaman dari pelaku.

Saat dibincangi pelaku AS mengaku telah melakukan pencabulan sebanyak tiga kali hingga memperkosa pelaku. Disebutkannya pertama kali dia baru melakukan aksi cabul dengan membuka meremas serta mencium dada korban.

Selanjutnya kedua kali korban di cium bibirnya dan sempat dipaksa melakukan hubungan intim. Terakhir ketiga kali pelaku membuka celana memasukan jari tengah ke dalam kemaluan korban.

“Lalu saya masukan anu saya Kak ke punya dia sebanyak tiga kali. Saya lakukan itu di belakang asrama putra di Sekip dekat dari rumah korban,”kata AS berkata tanpa beban ketika menceritakan aksi bejatnya itu di ruang Unit Pidana Umum (Pidum) Polrestabes Palembang (19/11)

Anak baru gede (ABG) itu, mengatakan nekat melakukan pencabulan serta pemerkosaan kepada keponakan sendiri karena dorongan nafsu. Setiap hari bocah putus sekolah sejak duduk dibangku kelas 3 SD setiap hari nongkrong di warung internet (warnet) dan menonton film porno. Dari sanalah nafsunya selalu tidak terbendung dan nekat melakukan semua perbuatan tersebut.

“Aku lakukan itu biar sama seperti film porno Kak. Karena sering nonton di warnet jadi kepengen. Tapi saya lakukan itu korban juga tidak berontak. Waktu yang ketiga kalinya saya kasih dia es krim,”ucapnya berdalih padahal korban baru melaporkan kejadian itu karena takut dengan ancaman pelaku

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pelaku dalam proses pemeriksaan apabila terbukti bersalah akan terjerat pasal Undang-Undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Kita lagi BAP pelaku dan akan memeriksa korban. Meskipun pelakunya dibawah umur tetap kami tindak tegas,”ucapnya