Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pengurus Daerah Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid (JPRMI) Kota Palembang mengadakan Rembug Pemuda dan Remaja Masjid Kota Palembang, yang dihadiri oleh perwakilan Remaja-Remaja Masjid Se-Kota Palembang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangkan Mengagas Roadmap JPRMI Kota Palembang “Menjadikan Masjid Sebagai Centre of Activity, Menuju Palembang Emas Darussalam”, Sabtu (9/11).

Hendro.S.Sy selaku Ketua JPRMI Kota Palembang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gagasan roadmap ini agar semua pengurus Remaja dan Pemuda Masjid memiliki visi yang sama menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas positif pemuda dan remaja. 

“Saya kira Gagasan ini adalah menjawab semua persoalan yang tengah dihadapi pemuda dan remaja Indonesia hari ini, yang sebentar lagi akan masuk pada fase bonus demografi. Persoalan-persoalan seperti kenakalan remaja, narkoba, seks bebas menjadi problematika yang semakin menjelimet. Maka harusnya Masjid dan Remaja sebagai penggeraknya menjadi problem solver atas semua permasalahan yang ada. Karena bagaimanapun masjid menjadi teras terdepan yang berada ditengah-tengah masyarakat. Kita ingin menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan positif bagi pemuda dan remaja”.

Ia juga menambahkan “Roadmap ini disandingkan dengan visi besar Palembang Emas Darussalam yang diinisiasi oleh Walikota Palembang. Remaja Masjid sebagai entitas masyarakat perlu juga diperhatikan sebagai indikator ketercapaian visi tersebut. Oleh sebab itu kita siap mendukung program pemerintah, terutama yang berbasiskan masjid, seperti gerakan shubuh berjamaah atau peluncuran aplikasi siabuh ”

Menurut Hendro, ada 3 hal penting untuk dapat melaksanakan Roadmap Menjadikan Masjid Sebaga Centre of Activity, Menuju Palembang Emas Darussalam yang akan dicapai selama 4 tahun kedepan. Pertama,Remaja dan Pemuda Kota Palembang khususnya harus memahami benar sejarah peradaban baik itu Islam dimasa Rasulullah SAW maupun dimasa kesultanan Palembang. Dimana semua itu tidak terlepas dari Masjid sebagai titik tolak perjuangannya. Oleh sebab itu kedepan JPRMI akan mengadakan Napak Tilas 4 Masjid tertua di Kota Palembang Kedua, Frame yang sama dari seluruh elemen masjid, untuk menjadikan Masjid sebagai pusat aktivitas positif. Sehingga masjid bukan hanya sekedar tempat ibadah mahdhoh, tapi menjadi pusat segala aktivitas seperti yang dicontohkan di zaman Rasulullah SAW. Ketiga, Kompetensi skill dan kapasitas kepemimpinan serta gerakan yang memadai. Remaja dan Pemuda masjid harus diasah kompetensi skill dan leadershipnya, sehingga akan lahir intelektual dan pemimpin-pemimpin yang berbasiskan masjid.

Hendro Menambahkan, dalam hal yang jauh lebih kongkrit JPRMI Palembang terus mendorong kadernya untuk menjadi seorang da’I pemikir, ilmuan, akademisi, dan terlibat dalam aksi-aksi sosial ditengah masyarakat. Maka kedepan JPRMI Palembang akan berfokus pada lima program prioritas, pertama, pengembangan sumberdaya manusia berbasis masjid.  kedua, pengembangan program berbasis pelayanan masyarakat seperti kesehatan, dan ekonomi kreatif. Ketiga, Pengembangan kompetensi soft skill maupun hardskill. Keempat, Mitra pemerintah dalam pengentasan permasalahan kenalan remaja dan pemuda. Kelima, Pemberdayaan remaja Muslimah.

Sementara menurut Febriansyah, SH. Selaku Sekum JPRMI Palembang, ada beberapa masalah yang sedang dihadapi oleh sebagian IRMA di Kota Palembang. Kurangnya komunikasi antara IRMA dan Pengurus Masjid merupakan masalah utama, sehingga belum bisa bersinergi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

“Sehingga harapan dari hadirnya JPRMI, dapat menjadi partner serta wadah berkumpulnya IRMA untuk bertukar ide dan gagasan sehingga dapat menciptakan agenda masjid yang lebih kreatif dan menarik”. Ujar Sekretaris Umum JPRMI Palembang itu.

Febri berharap yang dibangun dan dimegahkan bukan hanya masjidnya, tapi SDM dan agenda-agendanya yang menarik perlu dibangun. Karena masjid harus dijadikan sebagai pusat aktifitas anak muda terutama IRMA yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sehingga dengan pembangunan SDM Masjid yang baik, dan diisi dengan agenda-agenda kreatifitas IRMA ini, dapat menunjukkan bahwa Masjid, Islam dan simbol keagamaan lainnya tidak dapat diidentikkan dengan radikalisme dan intoleransi” Lanjutnya.

Dalam acara yang digelar di Co-Working Space GRAPARI Telkomsel Palembang itu, Siti Qori’ah, SH. menyampaikan bahwa muslimah IRMA harus menjadi role model dan contoh bagi muslimah yang lain. “Kita harapkan dapat mengelola aktifitas muslimah, berperan aktif dalam pembangunan, dan dapat bersaing baik dalam aspek keilmuan maupun aspek lain yang bernilai positif” Kata Koordinator KORMA JPRMI itu.