Detak-Palembang.com – Sukoharjo menyimpan potensi industri kreatif yang cukup menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah industri gitar di Kecamatan Baki. Ada 5 desa pengrajin gitar di kecamatan Baki,yaitu Bentakan, Mancasan, Gedongan, Menuran dan Ngrombo. Pemasaran Industri gitar di Sukoharjo sudah tersebar ke berbagai kota besar Seperti Yogyakarta,Solo,Semarang Maupun negara tetangga seperti Malaysia,Singapura .Bahkan negara eropa seperti Denmark dan Jerman .

Berikut daftar desa dan pengrajin gitar di kecamatan Baki Sukoharjo tahun 2017 dan 2018

Sumber : Dinas UMKM Kabupaten Sukoharjo.

Desa Mancasan merupakan sentra industri terbesar di Sukoharjo.Baik dari segi pekerja ,omset maupun jumlah industrinya. Untuk tahun 2017 omset di Desa Mancasan sendiri sekitar 30% dari total omset di kelima desa sentra pengrajin itu. Kemudian meningkat menjadi 60% pada tahun 2018. Namun sebaliknya untuk Desa Bentakan yang menunjukan angka yang terkecil baik dari segi jumlah industri, tenaga kerja, omset maupun keuntungan. Sebagai contoh untuk omset tahun 2017 di desa Bentakan sendiri hanya sebesar 0,06% dari total omset kelima desa tersebut. Kemudian omset meningkat menjadi 0,069% di tahun berikutnya. Untuk keuntungan di tahun 2017 hanya sebesar 0,25% dari total keuntungan  di kelima desa pengrajin tersebut namun justru menurun menjadi 0,19%. 

Merujuk pada KBLI usaha industri gitar termasuk kategori industri pengolahan alat musik non tradisional (kode KBLI: 32202). Jika menilik pada PDRB kabupaten Sukoharjo tahun 2018 industri pengolahan menyumbang nilai tambah sebesar 13,27 triliun atau sebesar 38,80 % dari total PDRB Kabupaten Sukoharjo.

Sumber Data : BPS Kabupaten Sukoharjo

Grafik diatas menunjukan bahwa sektor industri pengolahan selalu berkontribusi besar diatas 38% terhadap PDRB total Kabupaten Sukoharjo meskipun berfluktuasi dari tahun 2014 – 2018. Hal ini menunjukan bahwa industri pengolahan merupakan sektor unggulan terkait PDRB Kabupaten Sukoharjo. Dengan tingginya angka ini saya berharap bahwa nantinya industri ini dapat terus dikembangkan demi menopang perekonomian Kabupaten Sukoharjo ,serta peningkatan penyerapan tenaga kerja yang nantinya akan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sukoharjo.Dan diharapkan pembaca dapat lebih mengenal dan lebih memilih untuk membeli gitar produksi lokal yang kualitasnya tidak kalah dibanding gitar buatan luar negeri.

Penulis: Andi Nurdiansyah, Mahasiswa Politeknik Statistika STIS