Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Warga Sukarame sempat dihebohkan karena menemukan sosok mayat tanpa luka penyebab kematian Jalan Teratai Putih eks lokalisasi Kecamatan Sukarame Palembang, Minggu (6/10).

Saat di cari tau ternyata almarhum bernama Muhammad Afan (40) berprofesi sebagai sekuriti di Yayasan Indo Global Mandiri (IGM) dan tercatat sebagai warga Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Anehnya di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan, hanya saja sejumlah barang berharga korban tidak ditemukan dan diduga hilang.

Oleh aparat kepolisian yang datang ke lokasi kejadian, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

“Kami tidak tahu bagaimana (bisa meninggal), tapi dari keterangan polisi tidak ada tanda kekerasan atau lainnya,” kata salah seorang keluarga korban enggan menyebutkan namanya ini saat ditemui di rumah sakit.

Menurutnya, setelah selesai dilakukan visum, jasad korban dibawa ke rumah duka di Jalan Jaya VII, Kelurahan Kecamatan SU II Palembang.

“Yang kami pertanyakan, saat ditemukan HP nya tidak ada dan sehari-hari dia pakai motor, tapi juga tidak ada,” imbuhnya.

Dari keterangan pihak rumah sakit Bhayangkara Dokter Forensik hanya dilakukan pemeriksaan luar saja. Dari visum luar almarhum tidak ditemuka luka disekujur tubuhnya hingga menyebabkan tidak jelasnya akibat kematian korban.Karena keluarga almarhum enggan melakukan autopsi sehingga penyebab kematian korban hanya diduga atau disimpulkan disebabkan kemungkinan serangan jantung

Sementara itu Chandra, Humas Yayasan IGM membenarkan bahwa korban adalah petugas keamanan di Universitas IGM yang sudah bekerja sekitar dua tahun.

“Benar korban adalah karyawan kita, memang informasinya motor belum tahu dimana dan tugas malam sampai jam 7.00 pagi tadi,” kata Chandra.

Disamping itu, Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Rivanda mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Syaiful Bahri yang menginformasikan kepada petugas patroli yang sedang melintas depan Jalan Teratai Putih.

“Jasad korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Tapi tentunya kita akan koordinasi dulu dengan pihak keluarga,”tegasnya.