Detak-Palembang PALEMBANG – Para netizen atau warganet sekarang tengah di hebohkan membicangkan adanya video keributan yang menjadi viral di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) yang tersebar di instagram.

Video itu dipos di salah satu akun instagram @palembangwikwikwik. Saat dikonfirmasi admin menyebutkan itu kiriman dari nitizien kepadanya yang saat itu berada di tempat kejadian.

Saat dikonfirmasi Selasa,(15/10) Koordinator Humas RSMH Palembang, Akhmad Suhaimi menuturkan pihaknya akan mengklarifikasi video itu. Katanya kejadian itu terjadi Senin, (15/10) sekitar pukul 16.00 WIB yang ternyata sekarang terus menjadi viral.

“Biar tidak salah mengerti masyarakat juga begini. Sebenarnya keributan itu bukan pihak rumah sakit. Tapi keributan pribadi antara pasien satu dan pasien lain,”ucapnya

Dia menceritakan menjelaskan ketika pukul 16.00 WIB datang pasien dengan kondisi luka bacok masuk dan di rawat di IGD. Selang setengah jam berikutnya masuk pasien lagi dengan kondisi sama luka bacok.

Dilanjutkannya ternyata mereka berdua ini berhubungan termaksud akibat luka dialami keduanya atau istilah lainnya musuh bertemu di rumah sakit yang sama. Tiba-tiba melihat adanya pasien kedua datang pihak keluarga pasien pertama menyerang mobil.

“Kita dari rumah sakit tentunya bertugas hanya merawat jadi tidak mengetahui jelas penyebab mereka bermusuhan hingga berlanjut ke RSMH. Intinya itu permasalahan pribadi pasien,”ungkapnya

Ditanya tentang tindak lanjut dari keributan pada saat itu apa tindakan pihak RSMH. Serta apakah keributan itu mengganggu pasien lain yang di rawat.

“Kita ada satpam dan pihak kepolisian disana. Tidak lama hanya beberapa menit saja. Jadi kondisi saat itu sangat kondusif hanya saja beberapa menit. Kami pastikan pasien tidak sampai terganggu,”ucapnya

Selaku humas Akhmad Suhaimi juga menyebutkan pihak rumah sakit mengarahkan pasien kedua untuk di rujuk ke rumah sakit lain. Lantaran apabila dirawat di satu tempat pihaknya takut akan terjadi lagi permasalahan serupa. “Kalau tidak salah satunya sekarang di RS BARI karena bukan kita tidak menerima pasien. Tapi kami khawatir akan terjadi lagi dan kenyamanan pasien disini tergganggu,”pungkasnya