Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang tim Fleet One Quick Response (F1QR) berhasil mengagalkan peredaran sabu-sabu ke wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) seberat 79 kilogram dari Malaysia di Perairan Sungsang, Sumsel.

Dua orang tersangka yakni Hendra (59) dan Deny (47), keduanya warga OKI tertangkap patroli Lanal diperairan Muara Sungsang, Kabupaten Banyuasin dititik koordinat 2°34’327” S – 104°92’118” T.

Danlantamal III Brigjen TNI Mar Hermanto mengatakan pihaknya sebenarnya telah curiga adanya indikasi penyelundup narkoba di wilayahnya. Sehingga ia mengutus tim F1QR untuk mengendus informasi yang dihimpun dari Lanal Batam.

“Dari sinilah Lanal Palembang menggerakkan tim Fleet One Quick Response (F1QR) untuk melakukan pengintaian. Tidak berapa lama melintas speedboat 40 PK yang digunakan dua tersangka membawa sabu seberat 79 kilogram,”ujarnya kepada wartawan di Mako Lanal Palembang, Selasa (29/10).

Dilanjutkannya saat akan dilakukan penghentian, speedboat yang dibawa tersangka tidak mau menghentikan laju speedboat nya sehingga terjadilah kejar kejaran. Anggota pun memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan laju speedboat yang dibawa tersangka.

“Setelah speedboat tersangka terhenti anggota menemukan barang bukti sabu seberat 79 kilogram yang disimpan dalam koper yang berisi sabu seberat 79 kilogram,”ucapnya lagi

Menurut Jenderal TNI bintang satu ini, sabu yang diamankan diduga berasal dari Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui perairan Batam.

“Setelah kami koordinasikan dengan BNN ternyata narkoba yang diamankan ini jenis baru kalau dilihat dari kemasan nya. Begitu juga kualitas nya. Untuk mencegah dan memberantas masuk nya narkoba melalui perairan kami terus meningkatkan sinergitas bersama aparat penegak hukum baik kepolisian maupun BNN,”pungkasnya

Modus operandi penyelundupan barang haram tersebut bisa lolos dari Malaysia masuk ke Indonesian disebut Danlantamal dengan cara yakni dikemas dalam kemasan teh Cina berjumlah 40 bungkus, yang disimpan rapih di dalam koper pakaian.

Hermanto juga mengungkapkan, jika wilayah perairan Sungsang tersebut memang sering dijadikan perlintasan untuk penyelundupan narkotika dengan menggunakan speed boat berkecepatan tinggi.