Detak-Palembang.com BELU – Personel Pos Mahen Satgas Pamtas RI–RDTL Yonif Raider 142/KJ terus melaksanakan tugas pokok mereka dalam menjaga keutuhan NKRI sepanjang garis perbatasan sektor timur NKRI di Desa Baudaok Kec. Lasiolat Kab. Belu NTT.

Hal ini di sampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M. di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT (25/10/2019).

Diungkapkan Dansatgas, patroli patok batas RI-RDTL merupakan tugas pokok Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ karena dalam menjaga perbatasan TNI hanya memiliki satu tujuan yaitu mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga patroli patok dilaksanakan dengan berjalan kaki agar lebih teliti dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kegiatan ini dipimpin oleh Wadanpos Mahen Serda Rangga Mulyono yang mana sesuai dengan SOP personel patroli patok berjumlah 7 orang yang terdiri atas Pok Pam Depan dua orang, Danpat, Tayanrad, Pok Penyergap dua orang dan satu orang sebagai Pam Belakang,” ujar Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Belu merupakan daerah dengan medan berbukit batu dan lembah yang sangat curam serta sungai yang kering dengan bebatuan besar saat musim kemarau, yang mana memerlukan kewaspadaan dan ekstra hati-hati dalam setiap langkah personel tim patroli patok, dan hal ini tidak menyurutkan semangat personel Pos Mahen Satgas Pamyas Yonif Raider 142/KJ dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Seperti yang dilakukan personel Pos Mahen, lanjut Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M, tim patroli patok harus mengecek secara teliti satu persatu patok yang sudah menjadi tanggung jawab mereka, dengan semangat merah putih dan tulus ikhlas serta jiwa pantang menyerah yang terletak pada setiap prajurit TNI maka tugas ini akan terasa ringan.

“Hasil dari patroli patok Pos Mahen dilaporkan kepada Komando Atas dengan kondisi patok yang ditemukan tidak seluruhnya dalam keadaan baik, akan tetapi ada patok batas Negara yang rusak dan bahkan ada juga patok batas Negara yang hilang, khususnya patok batas Negara yang berada dipinggir sungai akibat terbawa arus karena derasnya sungai pada saat musim hujan dan sungai dalam kondisi meluap,” tegasnya lebih lanjut.

Terpisah, Prada Wendi Yolanda selaku personel Pos Mahen yg mengikuti patroli patok batas Negara menyampaikan prinsipnya dalam melaksanakan pengamanan perbatasan RI-RDTL.

“Apapun bentuk yang akan mengancam keselamatan Bumi Pertiwi, kami TNI siap sebagai garda terdepan dan benteng terakhir dalam menjaga NKRI,” tegasnya.