Detak-Palembang.com BELU, NTT – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat Dusun Adubitin Desa Silawan Kec. Tasifeto Timur Kab, Belu NTT melalui ide kreatif, personel Pos Silawan Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ mengajak para kaum Ibu untuk membuat peyek dengan mengunakan bahan baku biji jambu mete. 

Hal ini di sampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M. di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT (19/10/2019).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan membuat peyek berbahan biji jambu mete ini adalah salah satu ide kreatif dari personel pos untuk memanfaatkan sumber daya alam yang banyak terdapat di sekitar wilayahnya, selain itu kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan jiwa wirausaha masyarakat perbatasan untuk menciptakan produk rumah tangga yang dapat menjadi ciri khas didaerahnya.

“Kegiatan dipimpin oleh Kopda Aan selaku personel Pos Silawan beserta 4 orang personel lainnya, sesuai dengan SOP dalam melaksanakan suatu kegiatan di daerah penugasan, 2 orang personel kesehatan selalu disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan dalam setiap kegiatan,” ujar Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.

“Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Desa Silawan mayoritas adalah petani jambu mete, lahan milik warga banyak ditanami jambu mete yang mana sepanjang tahun tumbuh di wilayah yang tanahnya terkenal kering, melihat potensi sumber daya alam Desa Silawan sehingga personil pos berinisiatif mengajak warga masyarakat sekitar untuk membuat peyek berbahan baku biji kacang jambu mete,” imbuhnya.

Seperti kegiatan yang kita lakukan, lanjut Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M, para Mama terlihat sangat antusias melihat personel Satgas Pamtas saat memasak peyek tersebut, dimana pembuatan peyek berbahan baku jambu mete tidak berbeda dengan pembuatan peyek berbahan baku kacang tanah, kacang kedelai ataupun ikan teri, hanya yang membedakan adalah biji jambu mete yang digunakan sebagai pengganti kacangnya. 

“Harapan kami, dengan kemasan yang menarik makanan ringan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menjadi makanan yang bernilai ekonomis, sehingga membantu perekonomian masyarakat perbatasan, makanan ringan ini memiliki nilai jual dan dapat menjadi ciri khas produk rumah tangga masyarakat Desa Silawan, rasanya yang enak dan gurih serta karena berbahan baku biji jambu mete,” terangnya lebih lanjut.

Terpisah, Mama Maria (60) salah satu peserta kegiatan mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini.

“Kami sangat senang bisa diajari oleh bapak TNI untuk membuat peyek dari biji jambu mete, ternyata sederhana dan tidak sulit untuk membuatnya, setelah dicoba rasanya juga enak dan gurih, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada personil Pos Silawan atas ide untuk mengajari kami membuat peyek dari biji jambu mete ini,” ungkapnya.

Kopda Aan (35) personil Pos Silawan menyampaikan proses pembuatan peyek berbahan baku biji jambu mete ini.

“Awal ide untuk membuat peyek berbahan dasar biji jambu mete ini adalah saat melihat anak-anak sekitar pos sering membakar biji jambu mete untuk dijadikan cemilan saat sedang bermain, sehingga muncul ide kami untuk mencoba membuat peyek dari biji jambu mete, prosesnya tidak rumit sama seperti membuat peyek biasa, pembuatannya diawali dari proses pemisahan biji jambu mete dari kulit cangkangnya, dilanjutkan dengan membuat adonan dari tepung tapioka dicampur telur, garam, merica, bubuk cabe dan terakhir mencampur kacang jambu mete yang telah dipotong ukuran kecil kedalam adonan,” jelasnya.