Detak-Palembang.com PALEMBANG – Jaringan mafia sertifikat palsu berhasil di bongkar Sat Reskrim Polresta Palembang dengan menangkap tersangka dan barang bukti sertifikat aspal asli tapi palsu.

Di pimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara dalam rilis tangkapan Unit Harta dan Benda (Harda) Rabu,(30/10) di pelataran lobi Polresta Palembang di geber 11 sertifikat aspal yang berhasil diamankan dari satu tersangka.

Tersangka atas nama Kolbi (44) pekerjaan wiraswasta warga Jalan Kebun Bunga Lorong Seroja Kecamatan Sukarame terlihat menggunakan baju tahanan orange dan dalam pengamanan ketat polisi.

Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap jaringan peredaran dan pembuatan sertifikat palsu. Disebutnya tangkapannya ini tentunya bisa mengamankan kondisi Palembang apabila sertifikat palsu beredar di Kota Palembang.

“Apabila beredar pastinya akan menimbulkan konflik perpecahan dalam masyarakat. Karena ini kita sebut kejahatan serius. Keributan soal hak kepemilikan tanah adalah bibit perpecahan dalam masyarakat,”kata Yon saat gelar perkara di hadapan wartawan Rabu,(30/10).

Yon menjabarkan pihaknya menangkap pelaku berawal dari laporan korban Darmawi Akat (49) warga alang alang lebar. Dari laporan itu pihaknya menangkan pelaku dan didapatkan 11 sertifikat palsu.

Pihak kepolisian pun melibatkan tim ahli dari Badan Petanahan Nasional (BPN) Kota Palembang. Disebut Yon sertifikat yang terlihat asli itu 100 persen palsu berdasarkan dari cap, tanda tangan dan isi data surat tersebut.

Disinggung apakah ada keterlibatan pihak oknum pejabat BPN yang ikut mensupplay bahan baku sertifikat yang terlihat asli itu. Yon menjawab sekarang belum ada pihak BPN yang terlibat.

“Pelaku perannnya mencari korban dan menawarkan membuat sertifikat tanah. Sedangkan untuk yang membuat sertifikat dan mencetaknya dimana masih kita kembangkan. Lalu apakah ada pejabat BPN yang ikut terlibat sampai sekarang belum ada,”pungkasnya

Dari data laporan korban dengan nomor laporan (LP) LPB/2087/DX(/20 19/SUMSEL/RESTA/SPKT pada tanggal 19 September 2019. Korban Darmawi Akat (49) warga alang alang lebar mengalami kerugian mencapai Rp 102 juta.

Terpisah dibincangi Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Hukum dan Pertahanan BPN Kota Palembang Akhmad Zairil mengatakan, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian soal adanya indikasi kriminali di sisi agraria dan pertanahan. Disinggung soal apakah pihaknya juga mencurigai okinum dalam BPN ia menjawab bisa saja terjadi.

“Apabila ada akan kita tindak sesuai hukum. Tentunya kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian,”ujarnya

Selanjutnya tersangka Kolbi enggan memberikan komentar. Dia hanya menunduk dan terdiam meskipun didesak pertanyaan.