Detak-Palrmbang Com PALEMBANG – Penilaian Keberhasilan Camat Kota Palembang tahun 2019, Camat Bukit Kecil membuat video rekam jejak kampung percontohan, hal itu disampaikan oleh Ahmad Furqon Camat Bukit Kecil, Jumat (11/10).

Ditampilkannya kampung percontohan menurut Furqon karena menjadi pemenang pada saat perlombaan Kampung percontohan Asian Games 2018 lalu.

” Ini kan lomba keberhasilan Camat, jadi mereka (tim penilai) melihat program satu tahun kedepan. Tapi kita disini ingin memperlihatkan sejarah kampung percontohan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pada perlombaan Keberhasilan Camat tingkat Kota Palembang, ia bersama jajarannya sudah berusaha optimal. Namun baginya kemenangan bukan target yang akan dicapai.

“Menang itu bukan target.  Sama seperti saat kita membuat tugu Gapura. Setiap ada lomba kita buat maksimal, dan sebaik mungkin,” ucapnya. 

Ia mengatakan tidak menganggap semua kecamatan berusaha menampilkan keberhasilan terbaiknya. Oleh karenanya penilaian ia serahkan kepada tim penilai, dan baginya semua memiliki peluang menjadi pemenang. 

“Kemarin Gapura negeri kita masuk 10 besar. Kampung percontohan itu sesuai  tema kampungnya itu. Sedangkan untuk kampung warna warni itu hanya merubah corak, agar warga ikut gotong royong,” ucapnya. 

Furqon menjelaskan,  setiap lurah ada kampung percontohan. Sebagai contoh,  rusun itu ada 8 blok sudah di warna warni. Kedepan, pihaknya juga mengajak lurah agar RT mengajarkan pola hidup sehat. 

“Target awal satu kelurahan satu percontohan. Ternyata Kampung Percontohan bisa menang. Kampung Percontohan rata- rata lingkungan kumuh itu kita ubah. Itu berat karena murni dari masyarakat,  bukan dari CSR,” katanya.

Ia menyampaikan, saat sudah menang baru dapat CSR. Bahkan setelah itu,  di Kampung Percontohan ada program lain yang masuk seperti Kampung PKK, kampung Polisi.  

“Silahkan masuk ke kampung percontohan kami, ada satu jadi Kampung KB.  Ada kampung warna warni, jadi kami ingin jadi kampung wisata. Tujuannya masyarakat hidup bersih,  dan hidup sehat. Tapi diawali dari kantor Camat dan lurah masing masing,” ujarnya. 

Sementara itu DR. IR. Lidwina Ninik S, MSi selaku Tenaga Ahli Pertamanan Fakultas Pertanian Unsri mengungkapkan, menyayangkan kesalahan tata ruang.  Misalnya tidak bisa memfoto Ampera tidak bisa di foto secara utuh. Padahal itu icon kita, tanda kemenangan RI terhadap jepang. Karena Ampera itu rampasan perang.

“Setelah  dibuat dermaga. Kita geser riverside tidak terlihat lagi. Apalagi setelah ada LRT  tidak kelihatan lagi kalau mau foto Ampera. Saya sedih, kita tidak punya lagi kebanggan.  Dari sisi mana kita bisa motret Ampera secara utuh,” ucapnya. 

Ketika disinggung terkait paparan dari Kecamatan Bukit Kecil,  dia menuturkan, dari paparan secara umum bagus. Datanya lengkap dan bagus paparannya.