Penonton Film Joker di Palembang bisa sampai 1000 perhari

PALEMBANG – Film Joker berkarakter villain besutan DC Comic, sukses menjadi film terlaris di tahun 2019 ini. Namun Palembang Square XXI melarang anak-anak untuk menonton film tersebut.

Kendati setiap hari hampir 1000 penonton memadati bioskop XXI yang berada di mall Palembang Square ini.

Larangan itu disampaikan oleh Chief Gaet Bioskop XXI Palembang Square Vindy Alfiolita. Menurut film joker bisa berdampak buruk bagi psikologis anak anak.

“Apabila ada anak anak yang menonton kita larang. Karena film ini mengandung unsur kekerasan,”ucapnya Jumat,(11/10)

Dilanjutkannya antusias masyarakat Palembang menonton Joker disebutnya sangat tinggi. Bahkan pihaknya membuka dua studio agar tidak terjadi kepadatan.

“Hari ini sudah sepuluh hari tapi masih saja ramai. Kita buka studio 1 dan studio 2 agar tidak padat. Sehari bisa 1000 penonton kemungkinan hanya satu atau dua bangku saja yang kosong,”ucapnya.

Disinggung soal larangan bagi anak anak pihaknya melarang anak dengan kisaran umur berapa? Vindy menjawab kategori remaja adalah umur 17 pihaknya melarang anak yang menonton di bawah umur tersebut.

“Kalau kuliah atau SMA kita tidak larang karena mereka sudah bisa membedakan yang baik atau buruk. Intinya anak anak dibawah 17 tahun atau masih SMP. Kalau anak SMP bersih keras mau menonton mereka harus mengajak orang tuanya,”pungkasnya

Ditanya salah satu penonton Joker Wulan warga Kertapati berumur 30 tahun mengatakan, film Joker sangat bagus sekali. Dia juga setujuh apabila film ini menjadi viral.

“Filmnya bagus sekali beda dengan film joker sebelum sebelumnya. Karakter Joker yang gangguan jiwa dan psikopat terlihat banget di film ini. Wajar kalau anak dibawah umur kalau mau nonton harus didampingi orang tua,”ucapnya

Sedikit tentang sinopsis tentang film
Joker merupakan tontonan bergenre psikologi karya sutradara Todd Phillips yang ia tulis bersama Scott Silver berdasarkan karakter salah satu musuh epos superheroBatman.

Sejak tayang perdana di Indonesia pada 2 Oktober 2019 lalu, film ini masih menjadi topik pembicaraan panas lantaran disebut-sebut memiliki dampak cukup besar bagi psikologis penontonnya.

Film berkisah tentang sosok Arthur Fleck alias Joker, seorang badut pembawa papan iklan berusia 40 tahun yang diperankan begitu baik oleh aktor berkebangsaan Amerika Serikat, Joaquin Phoenix.

Hidup Arthur kacau balau. Ia dikisahkan menderita kelainan otak yang menyebabkan dia tertawa pada waktu yang tidak tepat.