Detak-Palembang.com PALEMBANG – Rektor Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang Joko Siswanto akhirnya menanggapi musibah meninggalnya satu mahasiswanya akibat insiden kegiatan pendidikan dan latihan dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa)

“Diksar itu bukanlah kegiatan kampus Unitas. Karena kegiatan itu gabungan dari seluruh universitas lain bukan hanya Unitas. Jadi bukan kita penyelengarannya,”katanya saat dihubungi melalui telepon Kamis,(17/10)

Dilanjutkannya sekarang dia sendiri tidak lagi berada di Palembang. Saat pelepasan acara pra diksar memang pihak kampus merestui agenda organisasi Menwa Unitas mengikuti acara tersebut.

“Saya kebeneran lagi di luar kota tapi memang kita restui ikut kegiatan tersebut. Sebab setiap tahunya memang biasa kegiatan diksar gabungan Menwa. Tapi tidak ada kejadian seperti ini makanya kami tidak khawatir,”ucapnya lagi

Namun sebagai pihak kampus Joko akan memberikan perhatian kepada almarhum seperti memberikan keluarga korban uang duka. Hal itu dilakukannya sebagai bentuk tanggung jawab kampus kepada mahasiswanya.

“Saya sudah hubungi bagian ke mahasiswaan untuk memberikan bentuk tanggung jawab kepada keluarga almarhum,”ucapnya

Disebutnya tanggung jawab yang lain dia berharap pihak penyelenggara juga harus lebih bertanggung jawab. Dia juga berharap kejadian ini tidak terulang lagi. “Kita juga berharap semoga oknum pelaku kekerasanya juga bisa ditangkap. Lalu pihak penyelenggara harus bertanggung jawab,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya seorang mahasiswa Muhammad Akbar (19) diduga meninggal karena mendapatkan kekerasaan saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/10).