Detak-Palembang.com PALEMBANG – Ribuan jemaah yang terdiri dari alim ulama, unsur Forkopimda, pejabat dilingkungan Pemprov. Sumsel, ASN, TNI/Polri dan pelajar melafazkan zikir memuji kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala yang panjatkan melalui sholat istisqo atau sholat minta hujan yang digelar di halaman kantor Gubernur Sumsel, Selasa (29/10) pagi.

Sebelum sholat istisqo  digelar dengan Imam Ust Kh Habibi Lutroh Al Hafidz  tersebut, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengucapkan terimakasih pada jemaah yang telah hadir dalam sholat hajat dan istisqo yang merupakan salah satu upaya agar Allah Subhanallahu Wa Ta’ala segera  menurunkan rakhmadnya berupa hujan dan mengangkat bencana berupa kabut asap dan memadamkan api dari hutan dan lahan yang terbakar. 

“Saya berharap seluruh masyarakat berdo’a kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala  agar Sumatera Selatan dapat diturunkan hujan, karena ini salah satu ujian dari Allah. Ujian ini menjadi ajang evaluasi bagi kita semua dalam rangka mendekatkan diri kepadanya,” tegas Herman Deru.

Herman Deru menambahkan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan Pencegahan, Pengendalian dan Pemadaman karhutla di Sumsel yang luasnya mencapai 91.592 km². Bahkan dirinya hampir setiap minggu melakukan patroli diatas langit Sumsel memantau lahan yang terbakar dari ketinggian. Upaya modifikasi cuaca telah dilakukan dengan menabur berton-ton garam bahkan tim modifikasi cuaca dari Jambi dan Riau juga telah dikerahkan untuk membantu tim modifikasi cuaca di Sumsel. 

“Tidak ada yang tidak bekerja untuk memadamkan api. Tidak ada yg tidak berbuat. Saya mintakan nanti pada imam dan khotib memimpin doa salah satunya mari kita  berhenti saling salahkan,” harap Herman Deru.

Turunnya hujan  yang mengguyur Kota Palembang pada, Senin (28/10) malam hingga, Selasa (29/10) dini hari lanjut Herman Deru,  tidak ada yang dapat memprediksi apakah hujan alami atau hujan hasil dari  kerja yang dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT yang didukung oleh BNPB, TNI AU dan BMKG  yang telah bekerja berhari-hari menabur bahan semai CaO (Kapur Tohor) dan NaCl (Garam). 

“Mudah-mudahan  hujan yang turun tadi malam merupakan pertanda baik, kita akan masuk dimusim hujan. Meskipun semalam itu hujan, sholat istisqo  tetap kita lakukan dengan harapan  hujan  akan terus turun membawa rahmat dan berkah bagi kita warga Sumatera Selatan. Kita tau banyak dampak sosial yang timbul akibat kemarau ini. Sungai banyak yang kering, petani butuh air untuk menanam padi. Begitu juga dengan hewan ternak dan tanaman lainnya butuh air,” tambahnya.

Dia juga mendapatkan laporan hujan yang turun  masih terfokus di Kota Palembang ternyata belum diikuti oleh Kabupaten/kota lainnya seperti di Kabupaten OKI  saat ini masih ada titik panas (hot spot) demikian juga dengan Pagar Alam   juga belum diguyur hujan.

“Jadi pagi ini kita dilingkungan Pemprov. Sumsel turut mendoakan bagi diri kita dan  saudara-saudara kita di  17 Kabupaten/kota yang belum mendapatkan hujani. Mudah-mudahan diijabah dan kita mohon ke depan terbebas dari bencana tahunan,” tandasnya sembari mengajak agar tidak pernah berhenti memberikan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran termasuk membakar sekam pasca panen padi di sawah.

Sementara itu  kholib Drs H. Saim Marhadan dalam khotbahnya mengingatkan para jemaah untuk senantisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Dia menyebut banyak penyebab Allah menahan hujan  untuk tidah turun membasahi bumi diantarnya disebabkan oleh dosa-dosa manusia karena tidak membayar zakat, melakukan dosa besar seperti riba dan zina.

“Solusi dari berbagai bencana dan kerusakan itu adalah  kita harus  kembali kepada Allah dengan memperbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah akbar diampuni dosa-dosa kita,” ucapnya.