Detak-Palembang PALEMBANG – Bocah dibawa umur IW (15) pelajar SMP ditusuk tiga lubang dibagian belakang oleh temannya karena permasalahan dendam.

Alhasil Warga Lorong Serasan, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang guna menjalani perawatan intensif untuk mendapatkan jahitan di bagian belakang tubuh akibat luka tusuk yang didapatkan MS dari IW.

Menurutnya kejadian yang terjadi pada Jumat (12/10) sekitar pukul 11.30 WIB di Lorong Pendidikan, Kecamatan Plaju, dimana korban dan IW bertemu.

“Waktu kejadian niat saya ingin main ke tempat teman dengan mengambil jalan pintas, tapi pas saya mau keluar lorong bertemu dengan dia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), lantas kami bergulat dan dia langsung mengeluarkan senjata tajam (sajam) jenis pisau dan menusukannya sebanyak tiga kali ke belang tubuh,” ujarnya, Rabu (16/10).

Namun IW langsung kabur dan korban belum sadar kalau sudah terluka. “Saya sesudah kejadian belum sadar pak, barulah tahu kalau saya kena tusuk dari teman saya Rahmat, dan saya meminta dia untuk memanggilkan orang tua saya hingga saya langsung dilarikan ke RS Muhammadiyah,” aku dia.

Dirinya menuturkan, setelah keluar rumah sakit pada Sabtu (13/10) sebenarnya mau membuat laporan ke Polresta Palembang. Namun hal itu urung dilakukan karena pihak IW mau berdamai. “Ya pak sempat ada musyawarah untuk berdamai pak, tapi hingga saat ini pihak IW tidak ada itikad baik malahan orang tuanya menantang untuk dilaporkan,” jelasnya.

Sementara terkait penusukan yang dilakukan IW, MS menuturkan, bahwa IW sempat mengancam lantaran beberapa Minggu sebelum kejadian MS dan IW bersama-sama membuat kejutan untuk teman bermainnya dengan melemparkan sagu dan telur.

Akan tetapi pada saat itu IW terkena sagu dan telur. “Waktu itu dia juga terkena, apesnya saya diancam dia untuk akan ditusuknya, namun saya kira itu cuma main-main tapi nyatanya dilakukannya benar pak,” aku dia.

Sementar itu, Orang Tua MS, Tri Wulandari (39) mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan keluarga IW lantaran hanya omong kosong karena ingin berdamai tapi tidak kunjung bertanggung jawab terkait apa yang dilakukan IW kepada MS.

“Kan sudah jatuh tempo untuk pihak IW memenuhi janji damai dalam musyawarah yang dilakukan, tapi pas saya telepon orang tuanya menjawab laporkan saja ke polisi lantaran mereka menganggap akan dipenjara sebentar lantaran dibawah umur,” bebernya.

Tak terima dengan perkataan orang tua IW, Tri bersama MS kemudian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang. “Saya harapkan IW dan pihak keluarganya bisa tahu kalau ini bukan perkara yang biasa karena mengakibatkan anak saya mengalami luka tusuk lantaran cuma masalah sepele seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait tindak pidana perlindungan anak yang dialami korban hingga mengalami luka tusuk di bagian belakang tubuh.

“Laporan sudah kita terima dan anggota kita sudah mendapatkan informasi terkait insiden penusukan yang dilakukan IW dari koran. Selanjutnya laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang,”pungkasnya