Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kasus pembunuhan Jauhari alias Jay terjadi dibawah jembatan ampera dilakukan oleh Yogi Saputra pada 2 Mei 2018 dilakukan rekontruksi.

Mau tau apa penyebab dan kronologis pembunuhannya terjadi. Rekontruksi itu dipimpin langsung oleh Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum) Iptu Ginting sebanyak 13 adegan di halaman parkir Polrestbes Palembang Selasa,(8/10).

Pada adengan ke 4 pelaku duduk bersama tersangka sambil minum tuak memukul kepala korban dengan gelas yang telah habis di minumnya. Hal itu disaksikan oleh dua orang saksi Yuniar merupakan istri tersangka dan temannya Dinda.

Lalu pada adegan ke 5 kembali memukul korban dengan gelas. Lantas di adengan ke 6 almarhum sempat mendorong dada pelaku dengan kedua tangannya sehingga pelaku termundur kebelakang, sambi berkata kau ni kurang nian” dan dijawab oleh pelaku “ini nah kau omong kurang ajar.

Pada adengan ke 7 pelaku mencabut senjata tajam jenis pisau dari pinggang sebelah kiri dan menusukannya ke paha kanan korban sebanyak satu kali.

Kemudian korban berlari ke arah bawa jembatan Ampera dan tersangka membuang senjata tajam kabur ke Pasar 10 Ulu. Sampai adegan terakhir adengan ke 13 almarhum sempat di larikan warga ke rumah sakit.

“Korban itu nangih hutang dengan saya. Makanya kami sempat cekcok mulut saya pukul pakai gelas dan saya tusuk. Itu karena saya kesal dan khilaf,”kata Yogi Saputra

Kanit Pidum Iptu Ginting mengatakan pelaku ditangkap tindak lama saat melakukan pembunuhan. Dia menegaskan sebagai aparat keamanan pihaknya tidak segan segan menindak masyatakat yang nekat melanggar hukum terlebih lagi sampai menghilangkan nyawa korban.

“Saya himbau agar masyarakat khususnya Palembang harus lebih menahan emosi. Apabila sudah sampai seperti ini tentunya akan kita tindak untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,”tegasnya