Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Walikota Palembang, Harnojoyo merasa prihatin dengan banyaknya masyarakat terganggu kesehatannya akibat kabut asap kebakaran hutan, hal itu disampaikannya di rumah dinas Walikota, Senin (14/10).

Harno berpendapat, kabut asap terjadi karena kesalahan manusia yang tidak peduli dengan alam, sehingga alam tidak terjaga keseimbangannya.

“Kebakaran hutan dan kabut asap ini kesalahan kita. Kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita, jangan salah memperlakukan alam,” tegas Harnojoyo.

Harnojoyo menambahkan bahwa pada saat musim kemarau seperti saat ini permasalahan kebakaran hutan dan lahan, juga ketersediaan air bersih juga terbatas.

“Memang kita banyak sungai, namun airnya tidak bisa digunakan lagi karena kotor oleh sampah. Pada saat kemarau kebutuhan air meningkat sementara air terbatas, oleh karena itu saya minta PDAM untuk meningkatkan kapasitas,” ungkapnya.

Harno menceritakan, pernah ditawari teknologi canggih yang dapat mengumpulkan sampah di sungai, namun ia menolak karena harganya yang sangat mahal.

“Kita tidak perlu alat yang canggih, namun lebih mengutamakan pada kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Air sekarang juga susah, oleh karena itu saya menguatkan gotong-royong agar ketersediaan air di sungai  tetap ada dan biasa dipergunakan,” jelasnya.

Dengan gotong-royong menurut Walikota Palembang, selain tidak memerlukan dana yang besar juga dapat menumbuhkan kesadaran diri masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.