Detak-Palembang.com LUBUK LINGGAU – Turnamen Sepakbola U-20 yang memperebutkan Piala Gubernur tidak hanya semata-mata mencari  juara. Namun  melalui turnamen keinginan besar yang hendak dicapai yani mencari bibit-bibit pesepakbola yang handal yang diharapkan nantinya dapat bermain diliga profesional.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dalam sambutannya saat Opening Ceremony Turnamen Sepakbola Gubernur Cup 2019 U-20 di Gedung Olahraga Petanang Kota Lubuk Linggau, Kamis (17/10) petang.

“Pembukaan sepakbola ini saya tidak pernah berwakil dan saya membukanya secara langsung. Melalui turnamen ini  ada harapan besar yang ingin kita dapatkan yakni   untuk  bibit pesepakbola yang handal yang selama ini terpendam di 17 Kabupaten/kota  dalam Provinsi Sumsel,”katanya.

Lebih lanjut Herman Deru   para pemain muda yang terjaring memalui ajang Piala Gubrnur ini  nantinya dapat bermain  disejumlah club nasional bahkan mungkin club  internasional.

“Bukan tidak mungkin  nanti adik-adik yang memiliki talenta lebih akan kita saring untuk  bermain di club kebanggan Sumsel yaitu SFC. Sehingga SFC nanti tidak  menginpor pematin dari luar daerah,” tambahnya.

Di samping itu,  Herman Deru berharap paling tidak dengan berakhirnya dari turnamen Piala Gubernur U-20 Tahun 2019  akan ada  pemain yang masuk dalam  jajaran pemain di liga 1, 2 dan liga 3 di Indonesia. 

“Nanti final Gubernur Cup akan kita gelar pada tanggal 17 November 2019 di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.  Karena itu berapapun jumlahnya harus ada putera Sumsel yang masuk dalam dalam jajaran pemain  di club SFC baik diliga satu, dua atau liga tiga,” tambahnya.

Herman Deru menegaskan, ada yang jauh lebih special bagi warga Kota Lubuk Lingau, karena Kick Off digelar berbarengan dengan peringatan hari jadi Kota Lubuk Linggau ke 18 Tahun 2019.

“Acara kita hari ini sangat special mengingat kick off kali ini  bertepatan dengan HUT Kota Lubuklinggau,” tandasnya.

Sementara itu prosesi pembukaan turnamen Piala Gubernur U-20 di Kota Lubuk Lingau ditandai dengan penendangan bola pertama oleh Gubernur, Walikota Lubuk Linggau dan unsur Forkopimda setempat, setelah sebelumnya  dilakukan penyerahan secara simbolis piala atau trofi bergilir dari  Gubernur kepada Walikota Lubuk Lingau.