Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dugaan kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oknum guru akhirnya ditanggapi Kepala Sekolah SD Negeri 87 Palembang, Sunarti.

Pihak sekolah mengaku telah berdamai dengan keluarga siswa saat dikonfirmasi

“Kita sudah berdamai dengan keluarga korban, bapaknya yang kesini. Saat itu syarat yang diajukan bapak korban, hanya minta bertemu dengan guru yang memukul setelah dipertemukan mereka sepakat berdamai. Hanya saja, karena bapaknya buru-buru, tidak sempat untuk membuat perdamaian secara tertulis. Tidak mungkin, kita membiarkan korban pulang dalam keadaan terluka, pasti kita obati,” kata Kepala Sekolah SD Negeri 87 Palembang, Sunarti Jumat (18/10).

Berita sebelumnya dugaan kekerasan di sekola dialami oleh seorang siswa sekolah dasar berinisial MI (12) akhirnya ditanggapi oleh kepada sekolah

Mendapatkan informasi itu saat di kunjungi untuk di konfirmasi kebenerannya Rabu,(16/10) di rumahnya jalan Jalan Silaberanti RT 29 Kecamatan Jakabaring Palembang. Anak dari pasangan suami istri Ajmi (55) dan Aliya (50) mendapatkan kekerasan fisik karena di gampar mengalami luka lebab oleh oknum guru yakni AI mengajar disekolah tersebut. 

Menurut keterangan korban MI ,saat kejadian berawal dari bermain bola antar siswa kelas lima A dan kelas lima B, dan terjadila  saling olo.

Lalu salah satu murid kelas Lima B mengadukan ke guru tersebut. Sebagai wali murid guru kelas lima B tersebut tersinggung dan menghampiri korban. Dengan bertanya apa maksud omongan IM kepada siswanya.

Tapi IM pun tak berani menjawab hingga sang guru langsung menggampar IM sampai ke dalam kelas. Usai melakukan pemukulan terhadap IM guru tersebut mengancam agar permasalah ini jangan sampai diberi tahu kepada siapa pun termasuk orang tuanya.