Detak-Palembang.com PALEMBANG – Enam bulan buron kabur pelaku pembunuhan bernama Rahmat Hidayat alias Dayat (25) ditangkap polisi Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang.

Tersangka yang dilumpuhkan timah panas ini masuk daftar pencarian orang (DPO) setelah terlibat aksi pembunuhan terhadap korban Muhammad Ego Ramadhani di Rumah Susun (Rusun) Blok 26, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan IB I Palembang, pada 4 Mei lalu.

Pelaku yang merupakan warga Jalan Cinde Welan, Lorong Kebon, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan IB I Palembang ini terpaksa diberikan tindakan tegas karena berusaha melawan untuk dapat meloloskan diri saat disergap tak jauh dari rumahnya, Senin (28/10) malam.

Korban yang merupakan warga Jalan Wahid Hasyim, Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini dihabisi dengan cara ditikam menggunakan pisau badik pada bagian kepala, dagu, dada, punggung dan luka robek di bokong hingga tewas di lokasi kejadian.

Kejadian berawal saat korban yang diketahui merupakan teman dekat dengan pelaku membuat masalah dengan mendatangi sebuah korban yang juga dimiliki teman pelaku. Saat itu korban mengambil handphone dan mengatakan disuruh oleh pelaku.

Mendengar kejadian tersebut, pelaku yang merasa tak pernah menyuruh korban sakit hati dengan mendatangi korban yang sedang berada di Rumah Susun dan keduanya terlibat keributan hingga pelaku menghabisi nyawa korban.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Ranmor Iptu Novel Siswandi Kurniawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan berdasarkan laporan keluarga korban atas perkara pembunuhan yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

“Antara korban dengan pelaku saling kenal. Pelaku merasa sakit hati hingga menghabisi nyawa korban secara sadis dan korban tewas di pinggir jalan,” kata Kompol Yon saat memimpin pres rilis hasil ungkap kasus di Mapolresta Palembang, Selasa (29/10).

Yon menjelaskan saat ini kasusnya masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku serta atas perbuatan tersebut tersangka akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Barang bukti pisau badik yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban telah dibuang oleh tersangka di Sungai Musi pasca kejadian. Saat ini kasusnya masih didalami, apakah ada keterlibatan orang lain atau motif lain dalam kejadian ini,”pungkasnya.

Sementara itu tersangka Dayat mengaku, setelah kejadian dirinya langsung kabur ke sejumlah daerah, terakhir sebelum kembali ke Palembang ia bersembunyi di Provinsi Bengkulu.

“Korban itu mengambil HP di konter kawan aku, orang konter itu ngomong. Jadi malamnya dia aku temui dan dia malah marah walaupun katanya HP itu ada tapi tetap tidak mau mengembalikan. Karena gara gara itu aku kesal sebab uwong taunyo dio kawan aku. Aku jugo dak lemak dengan yang punyo konter jugo kawan aku,”pungkasnya.