Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Malang nasib Keni Oktaria (32) warga Jalan Mojopahit, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring ditendang bagian wajah dan diusir oleh sang suami Basri (64) warga Jalan Aiptu A Wahab, Lorong Sawah II, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring Palembang.

Setelah melakukan musyawarah dengan pihak keluarga Keni didampingi orang tuanya melaporkan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) suami ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (3/10).

Keni menuturkan, hanya gara-gara tidak di kasih uang Rp200 itu kepada terlapor untuk diberikan kepada anak dan orang tuanya. Terlapor lantas mengusir pelapor dari rumahnya. “Sebelum mengusir saya dari rumah pak, dia marah-marah dan menendang wajah saya pak,” ujarnya.

Kejadian ini terjadi pada 25 September 2019 sekitar pukul 13.00 WIB di dalam rumah terlapor. “Saat itu saya bersih-bersih, lantas dia minta uang kepada saya dengan alasan uang di dia ada Rp100 ribu tidak cukup untuk diberikan kepada anak dan orang tuanya,” katanya.

Bukannya menerima tapi malah marah-marah dan melakukan tindakan yang tidak terpuji yang disertai pengusiran. “Saya diusir pak, kemudian saya tinggal ditempat orang tua saya sesuai dengan alamat KTP saya pak,” bebernya.

Hingga saat ini tidak ada permintaan maaf oleh sang suami ataupun menjemput pelapor ditempat orang tuanya. “Sepertinya pak dia tidak punya itikad baik ataupun minta maaf kepada saya pak atas ulahlah tersebut pak,” ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reserse Kriminal Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang AKP Heri membenarkan adanya laporan polisi terkait KDRT yang dialami korban.

“Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang. Untuk sang suami atas adanya laporan ini bisa terkena undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2004,”pungkasnya.