Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Masih banyak Industri Kecil Menegah (IKM) Kota Palembang terkendala dalam mengemas dan memasarkan produknya. Untuk mengatasi hal tersebut Dinas Perindustrian Kota Palembang memberikan bimbingan teknis kepada IKM terkait pengemasan dan pemasaran produk.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Palembang, Novran Hansyah Kurniawan mengatakan dua hal tersebut sangat penting agar produk IKM dapat dikenal dan pada akhirnya dibeli masyarakat sehingga meningkatkan pendapatan.

“Untuk pengemasan sudah ada aturannya, seperti mencantumkan isi serta kandungan produk, tanggal kadaluarsa produk, sertifikat halal dari MUI, Nomor Register IKM,” ungkap Novran di ruang kerjanya, Selasa (15/10).

Ia menambahkan, selain mencantumkan seperti ketentuan diatas, kemasan harus baik dari segi tampilan juga harus higienis. Jangan sampai kemasan sudah baik tetapi tidak higienis dan mengandung bahan berbahaya seperti formalin atau borax.

“Kita sudah memiliki produk pangan yang sangat terkenal yakni pempek, namun masih banyak produk lain  seperti kue 8 jam dan maksuba yang tidak kalah enaknya, tetapi tidak dikenal karena belum ada kemasannya,” urainya.

Karena belum memiliki kemasan sehingga susah bagi orang untuk menjadikannya oleh-oleh seperti kue Bika Ambon dari medan.  Kalau orang tidak menjadikannya oleh-oleh maka kue tersebut tidak dikenal oleh orang-orang di luar Palembang.

“Untuk memberikan bimbingan teknis kami mendatangkan narasumber dari Jawa Timur yang ahli di bidang kemasan dan juga narasumber dari asosiasi fotografi. Narasumber akan membagikan pengetahuannya bagaimana mengemas produk dengan baik,” katanya.

Menurutnya, produk akan mudah dipasarkan bila dikemas dengan baik. Setelah produknya baik, dikemas dengan baik kemudian difoto dengan baik agar orang dapat melihat dan tertarik untuk membeli.

“Karena sekarang eranya digital maka kami mendorong agar IKM dapat memasarkannya produknya melalui e-commerce seperti Lazada, Tokopedia dan lainnya. Untuk bisa memasarkan produk di e-commerce banyak persyaratannya, kami akan membantu IKM memenuhi persyaratan itu,” terangnya.

Novran berencana untuk secara rutin memberikan bimbingan dan pengetahuan kepada IKM, namun karena anggaran terbatas ia berencana untuk membuat Palembang Kreatif Industri Center.

“Palembang Kreatif Industri Center sebagai wadah bagi kreator dan inovator untuk memberikan pengetahuan bagi IKM. Orang-orangnya berasal dari daerah kita sendiri.  Ini juga menjadi tempat untuk IKM memamerkan produknya,” tutupnya.