Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Diluar kawasan kumuh yang di tangani oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumsel, Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro akan laksanakan oleh Balai Besar Sungai Wilayah VIII Sumatera di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, hal itu disampaikan oleh Ahmad Bastari, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang di Hotel The Zuri, Kamis (10/10).

Ahmad Bastari menyampaikan, hampir menyelesaikan memorandum program restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro, dan pada hari Senin 14 Oktober 2019 akan membahas final Detail Engineering Design (DED) nya.

“Kita mengejar waktu untuk menyelesaikan DED restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro, karena pada tanggal 18 Oktober 2019 akan dipaparkan Walikota Palembang di Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro sesuai dengan instruksi walikota untuk dikembalikan fungsinya sebagai transportasi, pengendalian banjir dan pariwisata.

“Pengerjaan Sungai Sekanak-Lambidaro adalah

perkuatan talud dinding, pengerjaan pembuatan jalan inspeksi, infrastruktur penunjang serta ruang terbuka hijau. Anggaran untuk pertama adalah Rp 12,5 miliar dari Dirjen Cipta Karya dan Rp 20 miliar dari Dirjen Sumber Daya Air,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, walaupun diburu waktu untuk menyelesaikan DED lebih cepat, namun tidak dikerjakan asal-asalan harus benar sesuai dengan aturan.

“Feasibility Study (FS) sudah layak, DED dan Amdal sudah ada. Amdal harus ada karena pekerjaan ini besar, biayanya mencapai 398 miliar. Untuk pengerjaan ini sudah dibebaskan lahannya  atau sudah clear and clean, tinggal bekerja,” tutupnya.