April Wijaya berhasil diamankan polisi dari aksi amuk masa karena mencopet

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Nasib April Wijaya (35) nyaris tewas diamuk masa karena ketangkap basah mencopet di depan Megaria Rabu (9/10).

Beruntung nyawanya terselamatkan karena aksi main hakim sendiri itu dihentikan anggota Sat Sabhara Polrestabes Palembang yang pada saat kejadian sedang melakukan patroli di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Alhasil pelaku digiring ke Polresta Palembang bersama korban Fitria (37) bersama suami Yusuf (42) warga Jalan Taqwa, Mata Merah, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan adanya serahan pelaku copet dari anggota Sat Sabhara Polresta Pelembang saat kejadian sedang melakukan patroli.

“Benar bahwa kita mendapat reharan pelaku copet di depan Megaria oleh anggota Sat Sabhara, selanjutnya pelaku akan dimintai keterangan terkait dengan aksi pencopetan yang dilakukannya,” katanya.

Untuk kronologisnya sendiri, Yon menjelaskan, bahwa pelaku sudah mengintai korbannya (Fitri, red) yang sedang fokus membeli dompet di depan Megaria. Di saat korbannya lengah pelaku langsung mengasak dompet korban yang berisi uang Rp 1,5 juta.

“Tapi pelaku ini apes karena ketahuan aksinya melakukan copet, lantaran kita mendapatkan informasi pelaku ketahuan melakukan aksi keduanya di lokasi yang sama di TKP,” ujarnya. Akibatnya pelaku langsung di amuk massa yang mengakibatkan pelaku mengalami luka bagian wajah, bibir pecah.

Sementara itu, Korban Fitria mengatakan, waktu kejadian dirinya bersama anak dan suaminya sedang membeli dompet di TKP. “Saya sama anak dan suami hendak membeli dompet pak, kemudian ada pembeli lainnya memberitahukan kalau dompet saya sudah dicuri pelaku saat dia melewati saya pak,” ungkapnya.

Namun pelaku ini hendak melakukan aksi copetnya kedua kali gagal lantaran ketahuan dan berlari ke depan Pasaraya Dika tapi bis dikejar hingga dihakimi massa. “Dompet yang pelaku ambil itu pak, berisi uang Rp 1,5 juta untuk membayar motor,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku April mengakui bahwa telah melakukan aksi pencopetan di depan Megaria Palembang. “Ya pak memang benar saya melakukan pencopetan tersebut, lantaran gaji saya sebagai buruh harian lepas habis pak, sehingga nekat melakukan aksi ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pak,” bebernya.

April mengakui bahwa ini merupakan aksi pertamanya, namun apes ketahuan hingga babak belur dihajar massa di sekitar TKP. “Ya pak ini aksi pencopetan saya pertama pak, apalagi aksi yang saya lakukan ini karena tidak punya uang lagi untuk keperluan sehari-hari pak, saya sangat menyesal pak atas ulah saya ini,”pungkasnya