Gedung BNNP Sumsel di kawasan OPI Jakabaring

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan Brigjen John Turman Panjaitan menilai tempat rehabitasi bagi pencandu narkoba sangat dibutuhkan segera.

Hal itu disebutnya tingkat prevalensi pecandu narkoba di sumatera selatan mencapai 1,70% dari usiaI produktif atau berjumlah 96 ribu lebih. Faktor itu membuat pihaknya sangat membutuhkan tempat penanganan pecandu narkoba di Sumatera Selatan untuk menampung pecandu agar ditempatkan di tempat rehabilitasi.

“Kita sudah ajukan surat pemerintah provinsi untuk tempat penanganan pecandu narkoba. Karena kita sangat membutuhkan sekali,”ucapnya saat hubungi Rabu,(2/10).

Menurutnya di Sumsel sendiri belum memiliki rehabilitasi sedangkan penguna narkoba cenderung remaja yang notabene bisa disebut sebagai korban.

“Karena mereka harus kita sembuhkan agar tidak terus terjebak dalam penyalagunaan narkoba. Apa lagi remaja masa depan masih panjang dan mereka adalah tulang punggung bangsa,”ucapnya

Dikatakanya lagi pihaknya sudah melakukan beragam penindakan untuk memberantas jaringan narkoba yang semakin merajalela di Sumsel. Namun untuk memutus rantai itu BNNP juga berpikir melakukan pemberatasan kepada para pecandu agar bandar narkoba sulit menyalurkan barang tersebut.

“Pemberantasan narkoba tidak hanya penindakan. Tapi pembinaan juga hal itu tentunya harus di dukung semua pihak elemen termaksud pemerintah,”ucapnya

Kendati pihaknya belum memiliki tempat rehabilitasi pencadu narkoba yang ada di Sumsel. Ia tetap melakukan pembinaan kepada para pecandu narkoba yakni dengan sistem rawat jalan.

BNNP Sumatera Selatan yang membawahi 9 Kabupaten Kota telah memberikan layanan rehabilitasi per Agustus sebanyak 648 orang dengan rincian. Yakni rawat jalan 481 orang rawat inap 163 orang dari 163 rawat inap dirujuk ke Balai Besar BNN Lido Bogor.

“Bagi orang tua apabila punya anak yang ketahuan kecanduan narkoba jangan disembunyikan. Jangan takut segera laporkan dan akan kita rawat. Biaya gratis bahkan apabila parah harus rawat inap di rujuk ke Bogor semua biaya kesehatannya kita yang tanggung. Hanya saja biaya keberangkatan disana di tanggung keluarga,”pungkasnya.