Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru  menerima audensi Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumsel dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Kabinet Bingkai Cita 2019.

Dalam pertemuan yang digelar di  ruang rapat Gubernur, Selasa (29/10) tersebut membahas tindak lanjut nota kesepakatan pada saat aksi tentang Karhutla Gerakan Aliansi Sumsel melawan Asap (G. Asma)beberapa waktu lalu. Serta  Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Herman Deru (HD) dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya (MY).

Dikesempatan ini Herman Deru menyambut baik atas kehadiran BEM Unsri dalam rangka membahas berbagai hal sekaligus mencari solusi yang terbaik untuk kemajuan Sumsel dimasa mendatang terutama terkait dengan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan HDMY.

“Sekarang ini yang menjadi fokus kita adalah persoalan asap. Bahkan masalah ini telah menjadi bencana tahunan bagi pemerintah sejak lama yang disebabkan oleh kebiasaan warga membuka lahan dengan cara dibakar,” tegas Herman Deru.

Karena ini kerap terjadi hampir disetiap musim kemarau, Herman Deru meminta peran para mahasiswa untuk ikut terlibat memberikan sosilaisasi kepada masyarakat agar dapat merubah kebiasaan membuka lahan dengan tidak melalui pembakaran.

“Ada kalanya kabut asap itu timbul bukan karena adanya kebakaran hutan, namun ada kalananya karena faktor perilaku masyarakat kita yang kerap membakar sekam paca panen padi. Artinya kita perlu sosialisasikan persoalan ini,” tambahnya.

Dalam mengatasi karhutla di Sumsel lanjut Herman Deru, membutuhkan dana yang sangat besar. Di samping itu langkah yang sudah diakukan mulai dari pemadaman, mendorong penegakan hukum dan mecabut izin korporasi yang melakukan pembakaran.

“Kita telah mengerahkan sejumlah upaya dalam mengatasi karhutla di Sumsel mulai dari pembentukan satgas, penurunkan peralatan pemadaman jalur darat dan jalur udara. Bahkan kita telah upayakan modifikasi cuaca yang semuanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” terangnya.

Kemudian terkait dengan Refleksi Setahun Kepemimpinan HDMY, Gubernur menjelaskan sejumlah program telah direalisasikan dan sebagian lagi masih dalam tahap pengerjaan. 

“Selama satu tahun ini kita telah menertibakan lalulintas angkutan batubara. Perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi tanggungjawab Provinsi saat ini mendekati 100 persen sudah baik. Kita juga telah mengaktifkan lagi P3N atau yang sekarang kita sebut P2UKD dan P2UKK,” tutupnya.

Sementara Nimatul Hakiki selaku perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengucapkan terimakasih atas waktu yang diberikan Gubernur sehinga pihaknya bisa bersilaturahmi sekaligus menanyakan tindak lanjut nota kesepakatan tentang G. Asma dan sekaligus meminta penjelasan terkait dengan Refleksi Setahun Kepemimpinan HDMY serta sejauh mana capaian program terkait Visi dan Misi program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.