Detak-Palembang.com – Bahasa-bahasa Eropa mulai dari kepulauan Britania sampai Rusia ternyata berasal dari Asia. Penelitian terbaru menegaskan bahwa Asia menjadi tempat asal bagi budaya Eropa.

Sejak lama orang-orang Eropa mencari asal-usul mereka. Asia menjadi  tempat yang mereka dalami untuk mencari akar peradaban mereka.

Kaitan itu dimunculkan dalam terma ‘eurasia’ dan ‘indo-european’ yang menekankan hubungan antara Eropa dan Asia. Hubungan tersebut bukan hanya secara geologi namun juga secara sejarah dan budaya.

Hitler dan Nazi Jerman termasuk kelompok yang getol meneliti kedekatan ras Arya kulit putih Eropa dengan Asia. Itu sebabnya logo yang mereka yang menyerupai logo Swastika yang menjadi budaya di Asia.

Menurut penelitian atas DNA, maka asal dari orang Eropa modern adalah di suatu tempat di padang rumput Asia Tengah. Dari sana mereka berpindah ke Eropa melalui Anatolia atau Asia Kecil, yang sekarang berada di wilayah Turki.

Bersama mereka, datang pula ke Eropa nersama mereka bahasa yang dibawa oleh para imigran ini. Bahasa itu lalu menjadi induk dari sekitar 400 jenis bahasa termasuk bahasa Gaelic, Perancis, dan Inggris.

Penelitian terbaru yang dihasilkan oleh Sekolah Medis Harvard menunjukkan bahwa pergerakan manusia dalam 10.000 tahun terakhir memainkan peran penting untuk memahami asal mula bahasa Eropa.

Hal tersebut menunjukkan asalnya memang benar di Asia Tengah, terutama di padang rumputnya yang luas. Dari sana, bahasa awal ini menyebar ke Eropa dalam berbagai gelombang sejak 5000 tahun yang lalu dan berangsur-angsur berubah dari budaya berburu-meramu menjadi budaya pertanian.

Tim peneliti Internasional yang terdiri dari arkeolog, ahli genetika, dan anthropologi meneliti 524 buah sisa tulang belulang manusia.  Halsinya mengungkap banyaknya kesamaan bahasa Eropa dengan bahasa Asia Tengah dalam hal sintaks, angka, adjektif dasar, dan berbagai kata benda terutama yang terkait bagian tubuh.

“Ada banyak pekerjaan meneliti DNA dan penggalian” ujar penulis penelitian ini yang juga mahasiswa post-doctoral Sekolah Medis Harvard Vagheesh Narasimhan kepada AFP.

Tidak salah bila orang Eropa sejak lama tertarik dengan Asia, bahkan sampai mendirikan bidang ilmu tersendiri yang dinamai ‘orientalisme’. Leluhurnya ternyata memang dari Asia.