Detak-Palembang.com DAR ES SALAAM – “Indonesia saat ini tengah berupaya untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi Afrika, sebagaimana yang telah Indonesia sumbangkan dalam kemerdekaan negara-negara Afrika melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955.” demikian disampaikan Dubes RI Dar es Salaam, Prof. Dr. Ratlan Pardede dalam sambutannya pada 3rdAppreciation Night on Indonesia’s Business Partners, di Dar es Salaam, Tanzania, tanggal 5 September 2019.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk menunjukkan apresiasi kepada para pebisnis Tanzania yang sudah memiliki hubungan bisnis yang kuat dengan Indonesia.

“Saya bangga untuk mengatakan bahwa tahun ini hubungan kerja sama Indonesia dan Tanzania telah mencapai perkembangan yang signifikan. Hal ini merupakan hasil dari seluruh dukungan, doa dan kerja keras oleh kita semua. Adalah tepat bahwa kedua Presiden kita (Presiden RI dan Tanzania) menekankan slogan Hapa Kazi Tu atau ‘Kerja, Kerja, Kerja’ dalam Bahasa Indonesia”, disampaikan oleh Dubes RI.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tanzania, Innocent Bashungwa, Direktur Jenderal Tanzania Trade Authority, Edwin Rutageruka,sekitar 120 pebisnis Tanzania dan Pejabat-pejabat tinggi Tanzania lainnya yang terkait dengan isu perdagangan dan perindustrian. 

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI Dar es Salaam dan Menperindag Tanzania memberikan penghargaan kepada 5 pebisnis Tanzania untuk 3 Kategori penghargaan, yaitu best trade partnersbest business partners, dan best frequent trader.

Dubes RI Dar es Salaam menyampaikan sejumlah perkembangan positif dalam perdagangan antara Indonesia dan Tanzania.

“Volume Perdagangan antara Indonesia dan Tanzania telah meningkat secara signifikan, di mana total volume perdagangan mencapai 303,4 juta USD pada tahun 2017, menjadi 334,7 juta USD pada tahun 2018, dengan total peningkatan sebesar 5,12%”

 “Namun, kami masih belum puas dengan angka-angka tersebut, karena belum memperlihatkan potensi Indonesia dan Tanzania yang sebenarnya. Kedua Negara perlu mempromosikan perdagangan langsung mengingat banyak produk kedua negara didapatkan melalui negara ketiga/perantara.” Demikian dijelaskan Dubes RI Dar es Salaam

Dubes RI Dar es Salaam juga menyampaikan perkembangan hubungan utama RI-Tanzana tahun 2019, yaitu partisipasi Pemerintahan dan pebisnis Tanzania dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialoguebulan Agustus 2019 yang telah menghasilkan 4 kesepakatan bisnis serta perkembangan sejumlah realisasi investasi dan kerja sama infrastruktur Indonesia dan Tanzania.

“Tahun ini akan ada 2 perusahaan dari Indonesia yang akan membuka pabrik di Tanzania, yaitu pabrik sabun dan body lotion di Dar es Salaam dan minyak daun cengkeh di Pemba. Selain itu, tahun ini juga menandakan dimulainya signifikansi Indonesia di Tanzania melalui perjanjian antara Indonesia Exim Bank, PT. WIKA, dan ZURA untuk pembangunan terminal Gas Cair di Zanzibar dengan nilai mencapai 190 Juta USD.” Demikian disampaikan Dubes RI Dar es Salaam.

Guna meningkatkan perdagangan dengan Tanzania, Dubes RI Dar es Salaam juga mendorong agar dapat diberlakukannya Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Tanzania

“Indonesia dengan populasi lebih dari 260 juta orang dan PDB sebesar 1.04 Triliun USD serta sebagai negara anggota G20 hendak mengajak Tanzania untuk menuju halaman baru kerja sama perdagangan melalui Preferential Trade Agreement (PTA)”, demikian dorongan Dubes RI Dar es Salaam.

Dubes RI Dar es Salaam juga mengajak seluruh pengusaha yang hadir untuk mengunjungi Trade Expo Indonesia tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019.

Dalam sambutannya, Menperindag Tanzania menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap KBRI Dar es Salaam dan Pemerintah Indonesia atas upaya dan kerjasamanya untuk terus meningkatkan hubungan dagang kedua negara. Beliau juga menyampaikan harapan agar hubungan ekonomi Indonesia dan Tanzania dapat terus ditingkatkan, dan berharap lebih banyak Perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Tanzania.

“Indonesia telah membuka Kedutaan Besar di Tanzania sejak tahun 1964. Sudah saatnya Indonesia dan Tanzania untuk memanfaatkan hubungan yang sudah terjalin serta infrastruktur yang sudah dibangun di Tanzania untuk bekerja sama menggarap dan menikmati pasar East African Community yang sangat besar.” demikian disampaikan Menperindag Tanzania.

Selain itu, Churchill Katwaza, President Director Bahari Pharma selaku perwakilan dari para Pengusaha Tanzania, menyampaikan kepercayaannya terhadap kualitas produk dari Tanzania.

“Ketika kami berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi di Indonesia, kami melihat proses tersebut dilakukan dengan lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lainnya.” Demikian testimoni oleh yang bersangkutan.

KBRI Dar es Salaam berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dengan Tanzania dan negara akreditasi lainnya, sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menggenjot ekspor Indonesia.