Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bencana kabut asap ternyata berdampak kepada sekolah di Palembang hingga para siswa diliburkan selama tiga hari.

Hal itu setelah surat ederan (elektronik) secara dadakan dikeluarkan terkait proses belajar mengajar adanya kabut oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang. Bahkan surat itu pun berendar via whatsapp dengan nomor surat : 421.3/274/DISDIK/2019. Yang ditujukan kepada kepala TK/SD /SMP Negeri/Swasta se Kota Palembang.

Saat ditanya dengan warga di Plaju Mifta Huljanan mengatakan, anaknya yang datang ke sekolah hari ini terpaksa pulang. Disebutkannya pihak sekolah mengatakan ada surat edaran kepala dinas untuk meliburkan sekolah di Palembang.

“Anak saya sekolah dasar di SDN 98 Pertahanan. Tadi dia saya antar sekolah tapi tidak sekolah,”ucapnya

Namun dia mengaku sangat senang karena asap di Palembang memang sangat mengkhawatirkan. Ketika setiap pagi mengantar anaknya sekolah asap sangat pekat. Dia juga membelikan masker namun masih saja khawatirkan karena anak disebutnya sangat rentan terkena penyakit apa lagi asap.

“Alhamdulilah kalo di liburkan karena memang sangat menyiksa sekali. Semoga saja tiga hari kedepan asap sudah hilang anak saya sekolah bisa aman,”ucapnya

Dalam surat edaran itu Dinas Pendidikan Kota Palembang membuat lima poin yang disampaikan kepada sekolah-sekolah :

1-Siswa belajar dirumah dari tingkat PAUD/TK/SD/SMP Negeri/Swasta yang berada di Kota Palembang dimulai dari tanggal 23 sampai 25 September 2019 masuk kembali tanggal 26 September 2019. Apabila cuaca masih tidak mengizinkan maka surat edaran ini akan di tinjau ulang.

2- Surat edaran ini tidak berlaku untuk guru dan tenaga kependidikan masuk kerja seperti biasa.

3- Guru dan tenaga kepend.dikan lainnya masuk kerja paling lambat pukul 07.30 WIB.

4- Selunuh Warga satuan Pendidikan (Peserta Didik, Gun, dan Tenaga kependidikan) agari memakai Masker pada saat melakukan kegiatan di luar rumah.

5 Batas waktu Surat edaran kegiatan belajar mengajar, selama terganggu kabut asap. Akan ditentukan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait, sebagai dasar kebijakan

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Zulinto, mengatakan mulai dari Paud, TK, SD dan SMP libur karena kabut asap tebal.

“Setelah berkoordinasi sama Dinkes dan DLHK, sekolah kami liburkan selama tiga hari (23-25 September). Jika kondisinya masih berbahaya nanti kami akan tambah lagi hari liburnya,” kata Zulinto.

Zulinto menyebut siswa SD dan SMP dinilai sangat rentan terkena penyakit jika menghirup udara yang tidak sehat. Sebab itulah sekolah diliburkan dan dianjurkan mengurangi aktifitas di luar rumah.

“Upaya ini diambil untuk menyelamatkan warga sekolah, seperti siswa dan guru di Palembang. Jangan sampai mereka jadi sakit,” katanya.