Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Banyak permintaan dari masyarakat dan stakeholder agar Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) YK Madira menjadi pemacu manajemen untuk meningkatkan menjadi Rumah Sakit Umum (RSU), hal itu dikatakan Owner RSU YK Madira Dr Kurdi Syamsuri dalam kegiatan Gathering Launching Perubahan Status RSIA YK Madira Menjadi RSU YK Madira Palembang, Di Bukit Golf, Rabu (18/09).

Kurdi Syamsuri mengatakan, banyak stakeholder yang akan bekerjasama dengan RSU YK Madira. Untuk kerjasama dengan stakeholder meminta agar status YK Madira tidak hanya RSIA tetapi harus RSU.

“Untuk bekerjasama dengan BPJS diwajibkan RSU. Sekarang kita meningkat dari RSIA menjadi RSU tipe C berdasarkan SK Walikota Palembang  pada Bulan Mei 2019 lalu. Kalau RSIA hanya ibu dan anak saja tetapi RSU tipe C wajib memiliki empat bagian yakni Ibu dan Anak, Penyakit Dalam dan Penyakit Bedah,” urainya.

Kurdi Syamsuri menambahkan, sebelumnya RSU YK Madira memiliki 50 kamar sekarang ditingkatkan menjadi 75 kamar, bahkan bisa ditingkatkan menjadi 100 kamar. Ia juga menyampaikan RSU YK Madira memiliki dokter spesialis lengkap.

“Kita memiliki dokter spesialis untuk empat bagian tadi, tetapi kami juga memiliki dokter spesialis lengkap sebagai penunjang seperti dokter Spesialis Jantung, Spesialis Saraf, Spesialis THT, Spesialis Mata, Spesialis Gigi dan lainnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini  RSU YK Madira dalam proses akreditasi. Akan ada penilaian pada tanggal 24 September 2019, Sosialisasi dan launching yang saat ini dilakukan merupakan bagian dari penilaian.

“Kami fokus pada RSU tipe C belum untuk peningkatan lebih ke tipe B, tidak mudah untuk meningkatkan menjadi RSU tipe B karena dibutuhkan dokter sub spesialis dan biaya yang sangat besar untuk itu,” tutupnya.