Detak-Palembang.com PALEMBANG – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sembarang tempat ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang di jalan Ahmad Yani Plaju Rabu,(11/9).

Pantauan Detak-Palembang.com terlihat mobil besar jenis truk milik Polpp terpakir di jalan tepatnya di depan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) pada sore ini. Bahkan teriakan menggunakan suara pengeras Toa nyaring secara lantang menghimbau agar pedagang PKL tidak berjualan lagi di sepajang jalan Ahmad Yani Plaju.

“Saya himbau jangan ada lagi yang berjualan di sepanjang jalan ini. Ini jalan trotoar kalian melanggar Perda,”kata Kasi operasional dan pengendalian Polpp Kota Palembang Hery Andriadi

Saat dibincangi Hery mengaku kegiatan yang dilakukannya merupakan tugasnya. Dia bisa melakukan himbauan himbauan khususnya kepada PKL yang disebutnya berjualan disebarangan tempat di tiap sudut jalan di Kota Palembang.

“Mereka (PKL) kadang sembarangan saja. Apa lagi disini depan UMP Jalan Ahmad Yani banyak sekali masih yang membandel,”ucapnya

Namun dilanjutkannya pihaknya sekarang masih melakukan proses penertiban yang bersifat menghimbau. Namun setelah tiga kali himbauan tidak diindahkan oleh para PKL pihaknya akan membawah semua barang dagangan tersebut.

“Kita tertibkan hari ini masih himbauan. Nanti akan kita angkut apabila masih ada saja yang berdagang,”ucapnya

Menurutnya dia memberikan rasa solidaritas para pedagang apabila melakukan aktifitas berjualan pada malam hari. Tapi dia melarang keras apabila dilakukan pada sore hari yang disebutnya merusak estetika kota. Para PKL juga disebutnya melanggar Perda No44 dengan sangsi denda 50 juta atau kurungan selama tiga bulan.

“Besok saya akan tertibkan PKL di daerah pasar 10 Ulu. Masih sama kita berikan himbauan dulu,”pungkasnya. (molem)