Kapolsek SU II Kompol Yenni Diarti 

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kawasan Plaju yang berada di Seberang Ulu II merupakan kampung mahasiswa dan mahasiswi. Hal itulah kerap menjadi perhatian pihak kepolisian.

Terlebih lagi di era milenial serta di tunjang dengan pesatnya perkembangan internet membuat remaja hilang arah. Seperti terjerat seks bebas hingga menyebabkan aksi aborsi. Lalu terjerumus di jaringan gelap narkoba hingga membuat mahasiswa putus kuliah.

Menyikapi hal itu aparat kepolisian wilayah Seberang Ulu II (SU II) terus melakukan pemantauan serta menerapkan jam malam bagi setiap indekos.

“Kita sudah berikan penerapan jam malam di kos kos Plaju. Tentunya untuk mengantisipasi semua kemungkinan tadi,”kata Kapolsek SU II Kompol Yenni Diarti dibicangi di kantornya Senin,(9/9).

Namun ia menyebutkan, tidak menyalahkan pengelola indekos. Baginya pemilik hanya menyediahkan tempat dan tidak bisa mengawasi pegerakan penghuninya terlebih lagi mahasiswa dan mahasiswi notabene memang masih ingin bebas.

Hal itulah yang membuatnya lebih menitik beratkan kepada penerapan jam malam karena lebih menekan ke objek utama.

“Satu keluarga saja sulit memantau anaknya. Apa lagi pengelola indekos tentunya hanya lebih kepada sebagai pemberi sewa saja. Makanya kita terapkan jam malam setidaknya menekan pergerakan negatif mahasiswa dan mahasiswi pada malam hari,”tuturnya

Disinggung apabila masih saja ada indekos yang tidak menerapkan jam malam dan mahasiswa serta mahasiswi masih beraktifitas pada malam hari. Yenni menjawab pihaknya yang akan turun langsung dengan rutin melakukan giat razia di indekos indekos di wilayah hukumnya.

“Bulan kemarin kita juga sudah lakukan razia. Intinya selain dalam bentuk himbauan secara preventif tadi. Kita juga akan melakukan razia razia di waktu waktu tertentu,”pungkasnya (molem)