Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Aksi kejahatan jalanan semakin hari kian marak saja khususnya pencurian sepeda motor atau curanmor. Nah sebagai informasi masyarakat Kota Palembang diharapkan untuk berhati-hati apabila memarkirkan sepeda motornya.

Hal itu karena hari ini ada dua kasus curanmor dilaporkan ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polresta Palembang Selasa, (17/9).

Kasus pertama dilaporkan oleh seorang ibu bernama Asnah (42) dengan nomor polisi LPB / 2065/ X/ 2019 / SUMSEL / RESTA / SPKT. Dia kehilangan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) BG-3561-ACM tahun 2019 warna merah putih

Warga Lorong Manggis Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring ini bercerita motornya hilang pada hari Selasa,( 17/9) sekitar pukul 07.00 WIB. Motornya di letakannya depan Dekranasda Jalan Gub H Bastari Jakabaring.

“Saya parkirkan motor disana dalam keadaan di kunci stang. Saat saya masuk ke rumah ada suara motor. Pas saya keluar ternyata itu motor saya dibawah kabur,”ucapnya 

Lalu kasus curanmor kedua dilaporkan oleh Riki Saputra (21) dengan laporan polisi LPB / 2063 / IX / 2019 / SUMSEL I RESTA / SPKT. Korban bercerita saat itu dia hendak makan mie ayam sekaligus bertemu temannya.

Pada hari Senin (16/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB motornya hilang di depan parkiran rumah makan mie ayam kampung lapangan hatta Jalan Taman Siswa Kecamatan IT I. Atas kejadian itu korban kehilangan motor Honda Beat nopol BG-3070-ACI tahun 2018 warna merah. “Saya melaporkan semua saja motor bisa diketemukan dan pelaku ditangkap pak,”kata korban Selasa,(17/9).

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara dia juga turut menghimbau masyarakat untuk memarkirkan sepeda motor di tempat yang ramai dan bisa dipantau. Hal itu juga solusi untuk menekan tindak kriminal khususnya curanmor. Menurutnya pelaku kejahatan juga timbul karena adanya kesempatan dan peluang.

“Akan kita telusuri lokasi dan mencari jejak para pelakunya,”ucapnya