Teman teman almarhum terlihat saat menghadiri pemakaman di TPU Puncak Sekuning Minggu,(15/9)

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Korban meninggal karena gantung diri Satria Erlangga (19) hari ini almarhum dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning, Minggu (15/9).

Dia sebelumnya diberitakan tewas gantung diri di pintu kamar mandi Kos Panut Hartono Jalan Srijaya Negara, Lorong Tembusan, Kecamatan Bukit Kecil Palembang Sabtu,(14/9).

Identitas korban tercatat merupakan warga Marga Mulya, Lorong Cempaka, Lubuklinggau. Dari seletingan kabar korban merupakan anak salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Mura.

Namun teman teman korban saat dibincangi di TPU Puncak Sekuning mengaku banyak yang tidak menyangkah. Lantaran almarhum dikenal sebagai sosok berprestasi.

Selain berprestasi secara akademik selama tiga semester berkuliah di Program Studi Teknik Informatika Multimedia Digital (D4) Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya (Polrsi).

Dalam komunitas Beatbox, Satria juga dikenal cukup berprestasi. Untuk teman-teman kampus dan komunitasnya mengaku sangat terkejut ketika mendapat kabar tentang kematian Satria.

“Kami tidak menyangka, karena keseharian orangnya enjoy, tidak pernah cerita ada masalah,” ucap salah seorang rekan komunitas Satria yang datang dari Lubuklinggau, saat ditemui di TPU Puncak Sekuning, Minggu (15/9).

Sementara itu Torik, rekan satu kampus Satria menuturkan, terakhir ia bertemu korban setelah sama-sama sholat Jumat, karena setelah itu ia bersama teman-temannya yang lain, termasuk Satria sama-sama membubarkan diri.

“Setelah Jumat siang itu kami tidak ada kontak lagi, tiba-tiba sore kemarin dapat kabar seperti ini,” tutur Torik sembari menyebut semasa hidup Satria orang yang ceria, namun tak pernah bercerita mengenai persoalan yang sedang dihadapi.

Ditempat yang sama Ketua Jurusan Teknik Komputer Polsri Ir A Bahri Joni Malyan M.kom juga mengaku terkejut dengan kematian salah satu mahasiswanya tersebut dan pihaknya turut prihatin terhadap apa yang menimpa Satria.

“Secara akademik, selama dua semester yang telah dijalani cukup baik, IPK-nya 3,4. Pergaulan sehari-hari juga bagus, tapi kami tidak tahu jika ada persoalan lain yang sedang dihadapi,” katanya.

Bahri menambahkan, sepengetahuan pihaknya jika korban baru sejak tanggal 2 September lalu tinggal di tempat kos tersebut, karena selama ini menetap di rumah neneknya, di Jalan Letnan Murod, Lorong Damar, KM5 (rumah duka).

Saat dikonfirmasi Kapolsek Ilir Barat 1 Palembang, Kompol Masnoni menyatakan, korban murni melakukan tindakan bunuh diri setelah pihaknya mendapatkan keterangan medis RS Bhayangkara. Sedangkan surat yang di buat korban saat meninggal disebutnya hanya sebagai pemintaan maaf kepada pihak keluarga. “Intinya surat itu korban minta maaf sekarang juga almarhum sudah dikebumikan,”ucapnya singkat