Ketua Seksi Sosial Bhayangkari Polda Daerah Sumsel Fia Fatori saat mengunjungi korban kebakaran Aspol Plaju Senin, (16/9)

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kebakaran asrama polisi (aspol) turut di respon oleh Bhayangkari Polda Sumsel dengan memberikan bantuan kepada korban di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Sentosa Kecamatan Plaju Senin,(16/9).

Update terakhir korban kebakaran ternyata mencapai 11 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya dikabarkan hanya 9 rumah yang terbakar.

Ketua Seksi Sosial Bhayangkari Polda Daerah Sumsel Fia Fatori mengatakan, sebagai pihak keluarga polisi mereka hanya mencoba membantu meringankan beban para korban.

“Kita sebagai pengurus Bhayangkari daerah Sumsel tentunya ikut merespon bencana yang dialami keluarga kita disini. Sebenarnya Ketua Bhayangkari Sumsel (Ibu Kapolda Sumsel) tapi beliau tidak bisa hadir makanya saya mewakili,”ucapnya

Menurut istri dari Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Fatori menuturkan dari peristiwa bencana ini tentunya ada hikmah yang bisa dipetik. Katanya adanya pasti ada sebuah keteledoran itu yang merupakan hikmahnya.

“Ada sembako pakaian untuk para korban. Kami hanya meringankan bebas untuk apakah akan di bangun lagi sudah kebijakan Polri tentunya,”pungkasnya

Dibincangi terpisah Kapolsek Plaju AKP Rizka Aprianti menjelaskan, untuk penyebab sumber api atau apa membuat kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (14/9) lalu. Disebutkannya pihaknya tidak bisa menduga-duga semisal informasi menyebutkan dugaan awal arus pendek atau ada faktor lain.

“Sudah kita lakukan olah TKP kemarin. Kami juga sudah bekerja sama dengan labor Polda untuk meneliti biar lebih pasti. Nah sekarang untuk dugaannya kita tunggu hasil labor Polda saja,”ucapnya

Dia juga menyebutkan kebakaran itu menyebab kan dua anggotanya turut menjadi korban. Bahkan semua pakaian dinas tidak bisa terselamatkan.

“Tapi sudah kita berikan bantuan. Sedangkan untuk tempat tinggal tidak hanya anggota kita saja semua korban juga telah disiapkan sebuah flat di komplek Pakri. Ada juga yang menginap di tempat keluarga,”ucapnya

Sebelumnya si jago merah yang melalap rumah itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Alhasil sebanyak sembilan rumah yang terbakar merupakan milik polisi yang masih berdinas, pensiunan maupun warakauni.

Penyebab dugaan kebakaran terjadi karena korsleting listrik atau arus pendek.

Hal itu keterangan saksi Pirman (25) yang juga rumahnya menjadi korban amukan si jago merah. Katanya arus pendek itu menyebabkan percikan api hingga menyambar ke rumah rumah lainnya.

“Rumah saya juga kebakar karena korsleting listrik penyebabnya. Lalu saya waktu melihatnnya api tersebut mulai mengganas hingga tak bisa menolong untuk memadamkan api tersebut,” ujarnya.